periskop.id - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyanggupi pembangunan fasilitas daycare atau penitipan anak bagi buruh di kawasan industri. Ia memastikan pemerintah merespons cepat aspirasi pekerja muda terkait kebutuhan pengasuhan anak.

​Pada peringatan Hari Buruh Internasional di Jakarta, Jumat (1/5), Prabowo menyetujui usulan serikat pekerja tersebut. "Tadi disampaikan buruh perlu tempat penitipan anak, daycare. Ini saran yang baik, ini akan kita perjuangkan dan laksanakan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya," tegasnya.

​Presiden menilai usulan penyediaan fasilitas pengasuhan anak ini sangat masuk akal. Realisasi program pemenuhan hak pekerja tersebut akan menjadi prioritas pemerintah.

​Tuntutan pengadaan fasilitas penitipan anak ini sebelumnya datang dari Ketua Umum Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI) Ilham Syah. Pekerja muda sering menghadapi dilema pahit usai berkeluarga dan memiliki anak, tuturnya.

​Para buruh terpaksa menitipkan buah hati mereka kepada nenek di kampung halaman. Pilihan lainnya menuntut salah satu orang tua keluar dari tempat kerja demi menjaga anak, papar Ilham.

​Ia berharap negara hadir membuat daycare di kawasan industri dan pemukiman buruh. Langkah ini akan memastikan anak-anak pekerja mendapatkan jaminan asuhan layak.

​Merespons aspirasi tersebut, Prabowo memastikan pembangunan daycare akan terintegrasi langsung dengan perumahan pekerja. Proyek kawasan terpadu ini akan menyasar lokasi di dekat area pabrik.

​Pemerintah tidak sekadar menyediakan penitipan anak pada lingkungan pabrik yang sudah beroperasi. Pengembangan berbagai kota baru kelak turut memasukkan fasilitas serupa.

​Setiap proyek kota mandiri tersebut akan terdiri atas seratus ribu unit rumah susun. Kawasan pemukiman ini wajib memiliki kelengkapan fasilitas penunjang kehidupan buruh.

​Kawasan perumahan pekerja ini harus menyediakan sekolah serta sarana olahraga. Ketersediaan rumah sakit dan daycare menjadi syarat mutlak pembangunan lingkungan terpadu tersebut.