OMC Terkendala Minim Awan, Pemprov Kalsel Gelar Shalat Istisqa di Tengah 473 Hotspot
Pemprov Kalsel menggelar Shalat Istisqa saat BMKG mendeteksi 473 hotspot. Operasi modifikasi cuaca terkendala minimnya awan hujan

Periskop.id - Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menggelar Shalat Istisqa berjemaah di Masjid Raya Sabilal Muhtadin, Banjarmasin, Selasa (25/8/2026), di tengah meningkatnya ancaman kebakaran hutan dan lahan serta keterbatasan pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) akibat minimnya pertumbuhan awan hujan.
Ribuan jemaah mengikuti shalat meminta hujan tersebut bersama Gubernur Kalsel Muhidin, Wakil Gubernur Hasnuryadi Sulaiman, jajaran Forkopimda, ulama, dan tokoh masyarakat. RRI melaporkan pelaksanaan dimulai sekitar pukul 07.30 WITA dengan Ustaz Ahmad Sawiti sebagai imam dan Ustaz Ilham Humaidi sebagai khatib.
“Alhamdulillah, hari ini kita melaksanakan Shalat Istisqa di halaman Masjid Raya Sabilal Muhtadin. Kami mengharapkan dengan Shalat Istisqa ini Allah menurunkan hujan di Kalsel," ucap Muhidin.
Pelaksanaan Shalat Istisqa tidak menggantikan operasi teknis penanganan karhutla yang tengah berjalan. Pemerintah masih mengerahkan tim darat, helikopter water bombing, patroli, pembasahan gambut hingga OMC ketika kondisi atmosfer memungkinkan.
OMC Terkendala karena Awan Hujan Minim
Muhidin mengatakan salah satu kendala saat ini adalah sulitnya menemukan awan yang memenuhi syarat untuk penyemaian dalam operasi modifikasi cuaca.
“Karena saat ini modifikasi cuaca agak sulit dilakukan karena awannya tidak ada untuk dimodifikasi. Jadi, kami berharap mudah-mudahan dengan Shalat Istisqa ini Allah memberikan hujan di Kalsel,” ujar Gubernur Muhidin.
Kondisi tersebut juga dikonfirmasi BPBD Kalsel. Kepala Pelaksana BPBD Kalsel Ronny Eka Saputra menyebut kebutuhan teknis OMC sudah dipersiapkan, tetapi penyemaian belum dapat dilakukan apabila awan hujan yang dibutuhkan tidak tersedia.
Kalsel memang sedang berada dalam periode paling rawan. BMKG sebelumnya memperkirakan puncak musim kemarau di Kalimantan Selatan berlangsung pada Agustus hingga September 2026, sehingga penurunan curah hujan meningkatkan risiko kebakaran vegetasi dan lahan gambut.
Muhidin berharap hujan dapat membantu pembasahan kawasan yang selama beberapa pekan terakhir menghadapi kondisi kering.
“Semoga setelah Shalat Istisqa ini beberapa hari ke depan Allah menurunkan hujan. Kita semua berharap hujan segera turun secara merata di berbagai wilayah Kalsel, khususnya daerah dengan konsentrasi titik panas terbanyak. Kita juga bersyukur sebelumnya Kabupaten Balangan sempat diguyur hujan setelah Shalat Istisqa. Semoga daerah lain juga segera diturunkan hujan,” katanya.
BMKG Deteksi 473 Hotspot
Pada hari yang sama dengan pelaksanaan Shalat Istisqa, BMKG mendeteksi 473 hotspot di Kalimantan Selatan berdasarkan pemantauan hingga pukul 07.00 WITA.
Sebanyak 425 titik berkategori kepercayaan sedang, 32 titik tinggi, dan 16 titik rendah. Hulu Sungai Selatan mencatat jumlah tertinggi dengan 118 hotspot, kemudian Tapin 102 titik dan Kabupaten Banjar 99 titik. Hampir seluruh 13 kabupaten dan kota juga masuk zona merah dalam sistem peringatan bahaya karhutla BMKG.
Hotspot perlu dibedakan dari kebakaran yang telah terverifikasi. BMKG menjelaskan deteksi satelit menunjukkan adanya anomali suhu yang lebih panas dibandingkan kawasan sekitarnya. Karena itu, kemunculan hotspot menjadi sinyal untuk melakukan pemeriksaan dan penanganan dini, bukan berarti seluruh 473 lokasi tersebut secara otomatis sedang mengalami kebakaran.
Data BNPB hingga memasuki pekan ketiga Agustus menunjukkan luas kawasan yang telah terbakar di Kalsel mencapai sekitar 8.620 hektare. Karakter lahan gambut membuat pemadaman menjadi lebih sulit karena bara masih dapat tersimpan di bawah permukaan meskipun api yang terlihat sudah padam.

Empat Helikopter Water Bombing Dikerahkan
Operasi udara turut diperbesar. BNPB telah mengoperasikan empat helikopter water bombing di Kalsel, bertambah dari tiga unit yang digunakan sebelumnya setelah satu helikopter dialihkan dari operasi karhutla di Riau.
Dalam operasi sebelumnya, helikopter telah melakukan 243 kali penjatuhan dengan total lebih dari satu juta liter air ke lokasi yang sulit dijangkau tim darat. Fokus antara lain diarahkan ke kawasan gambut di sekitar Guntung Damar dan ring 1 Bandara Internasional Syamsudin Noor.
Tiga kawasan di Banjarbaru juga ditetapkan sebagai lokasi prioritas penanganan. Pengayuan tercatat memiliki area terbakar hampir 700 hektare, Liang Anggang hampir 300 hektare, dan Guntung Damar sekitar 120 hektare. Pemerintah membentuk tim khusus untuk mempercepat pemadaman di ketiga lokasi tersebut.
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni sebelumnya menegaskan pembasahan lahan gambut harus terus dilakukan meskipun api di permukaan tidak lagi terlihat.
"Kondisi lahan gambut masih mengeluarkan asap meski api di permukaan sudah tidak terlihat, jadi perlu terus pembasahan," kata Raja Juli saat meninjau penanganan karhutla di Kabupaten Banjar.
Masjid dan Mushala Diminta Ikut Gelar Shalat Istisqa
Pemprov Kalsel mengajak masjid dan mushala di seluruh kabupaten dan kota menggelar Shalat Istisqa sebagai ikhtiar bersama selama kemarau. Sejumlah daerah seperti Balangan, Banjarbaru, Tanah Laut, Hulu Sungai Selatan dan Tapin telah lebih dahulu menggelar kegiatan serupa sejak 19 Agustus.
Namun, upaya spiritual tersebut berjalan bersamaan dengan langkah penanganan operasional yang tetap menjadi instrumen utama pemerintah dalam mengendalikan karhutla. Pemadaman darat, pembasahan gambut, water bombing, patroli, OMC ketika tersedia awan yang sesuai, serta pencegahan pembakaran lahan masih terus dilakukan.
Bagi Kalsel, kebutuhan hujan saat ini bukan hanya untuk memadamkan api yang terlihat. Hujan dalam intensitas memadai diperlukan untuk menaikkan kelembapan tanah dan membasahi kembali lapisan gambut yang dapat menyimpan bara dalam waktu lama.
Dengan ratusan hotspot masih terdeteksi dan puncak musim kemarau belum berakhir, tantangan pemerintah kini adalah menekan kebakaran yang sudah berlangsung sekaligus mencegah titik panas baru berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas, sembari menunggu kondisi atmosfer kembali memungkinkan operasi modifikasi cuaca dilakukan secara optimal.
Baca berita dan informasi lainnya mengenai Kalimantan Selatan (Kalsel), doa bersama, Sholat, dan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dengan mengeklik tautan.

Komentar (0)
Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.
Belum ada komentar.