Nasional

Titik Panas Melonjak, Kemenhut Perkuat Operasi Pengendalian Karhutla

Kementerian Kehutanan bersama tim gabungan memperketat operasi pemadaman karhutla seiring melonjaknya titik panas di Sumatera dan Kalimantan.

4 hari yang lalu · 3 mnt baca
karhutla
Ilustrasi -Tim Manggala Agni melakukan operasi pemadaman kebakaran lahan di Provinsi Riau dok. Manggala Agni
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Kementerian Kehutanan bersama tim gabungan resmi memperketat operasi pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai wilayah Indonesia.

Langkah itu diambil usai pemantauan satelit mencatat lonjakan jumlah titik panas atau hotspot yang cukup signifikan, khususnya di wilayah Sumatera dan Kalimantan.

Menurut Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri Kementerian Kehutanan, Ristianto Pribadi, penanganan darat hingga udara terus digencarkan untuk menekan sebaran api.

Ia menjelaskan bahwa seluruh personel di lapangan bergerak melakukan pemadaman darat, groundcheck, patroli, mopping up, hingga pengerjaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

"Berdasarkan pemantauan SiPongi Kementerian Kehutanan hingga Kamis (27/8), terdeteksi 717 hotspot tingkat kepercayaan tinggi dan 12.696 hotspot tingkat kepercayaan menengah," ujar Ristianto dalam keterangan tertulis, Jumat (28/8).

Ia menegaskan, titik panas yang tertangkap satelit NASA Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA-20 tersebut merupakan indikasi anomali suhu permukaan.

Menurutnya, munculnya hotspot tidak serta-merta menunjukkan satu kejadian kebakaran tunggal sehingga verifikasi lapangan tetap wajib dilakukan.

Ristianto memaparkan, data satelit mencatat titik panas tingkat kepercayaan tinggi paling banyak ditemukan di Kalimantan Tengah dengan 280 titik.

Wilayah Kalimantan Barat menyusul dengan 128 titik, Sumatera Selatan 82 titik, Kalimantan Selatan 16 titik, Jambi empat titik, dan Riau satu titik.

Sementara itu, kategori tingkat kepercayaan menengah didominasi oleh Kalimantan Tengah sebanyak 4.358 titik dan Kalimantan Barat sebanyak 1.787 titik.

Posisi berikutnya ditempati Sumatera Selatan dengan 1.037 titik, Kalimantan Selatan 825 titik, Riau 183 titik, serta Jambi 60 titik.

Guna merespons kenaikan angka tersebut, Ristianto menyebut Manggala Agni Kemenhut langsung bersinergi dengan TNI, Polri, BPBD, pemadam kebakaran, hingga Masyarakat Peduli Api (MPA).

Operasi pemadaman dan penyekatan difokuskan pada lokasi-lokasi yang masih menyisakan aktivitas api maupun bara.

Di Kalimantan Barat, penanganan di Kabupaten Sintang dilakukan dengan metode size up untuk memetakan titik api aktif dan menentukan sektor prioritas.

Kendala krisis air di Kendawangan, Kabupaten Ketapang, diatasi petugas dengan mengarahkan mobil tangki serta memicu penyisiran api bersama unsur TNI dan Polri.

Skenario pemadaman pada lahan gambut juga diterapkan secara intensif di Kalimantan Tengah, seperti Palangka Raya dan kawasan Taman Nasional Sebangau.

Petugas mengandalkan pemantauan drone dan pemblokiran penjalaran api agar kabut asap tidak merembet ke area permukiman warga.

Tantangan serupa dihadapi tim gabungan di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, akibat kondisi bahan bakar yang kering serta tiupan angin kencang.

Operasi darat turut diperkuat oleh aksi gotong royong warga di Muaro Jambi serta pemadaman titik api di Ogan Ilir dan Palembang, Sumatera Selatan.

Sebagai langkah penguat, pemerintah telah menyiagakan 30 unit helikopter di Kalimantan dan 22 unit helikopter di Sumatera untuk patroli udara serta water bombing. Penyiapan Operasi Modifikasi Cuaca juga terus disesuaikan dengan kondisi meteorologis wilayah setempat.

Dampak karhutla ini sempat menekan jarak pandang di Pontianak hingga tersisa 1 kilometer dan Palangka Raya sekitar 1,2 kilometer dengan kondisi berasap.

Sejumlah wilayah di Sumatera dan Kalimantan bahkan mencatatkan indeks kualitas udara pada kategori tidak sehat hingga sangat tidak sehat.

"Masyarakat diimbau keras untuk tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar," tutup Ristianto.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Kementerian Kehutanan (Kemenhut), dan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.