banner-sheroes-yoga
Nasional

Kemenhaj Minta Jemaah Umrah Pantau Jadwal Penerbangan

Kemenhaj imbau jemaah umrah tetap tenang dan mengandalkan PPIU sebagai sumber informasi resmi di tengah konflik Arab Saudi dan Houthi yang kembali memanas.

Ibadah haji
Pelaksanaan Ibadah Haji. (Pexels)
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah Puji Raharjo meminta jemaah umrah tetap tenang di tengah memanasnya konflik bersenjata antara Arab Saudi dan Houthi. Jemaah yang belum berangkat diminta terus memantau perkembangan jadwal penerbangan melalui Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) masing-masing.

Puji menegaskan, informasi yang belum terverifikasi tidak boleh dijadikan dasar pengambilan keputusan oleh jemaah. Ia meminta seluruh jemaah mengutamakan koordinasi dengan PPIU sebagai sumber informasi resmi soal jadwal maupun teknis keberangkatan.

"Jemaah kami minta tetap tenang. Bagi yang belum berangkat, terus berkoordinasi dengan PPIU masing-masing dan memantau perkembangan penerbangan. Jangan mengambil keputusan berdasarkan informasi yang belum terverifikasi," kata Puji dalam keterangan resmi, Rabu (16/9).

Setiap perubahan atau penyesuaian jadwal penerbangan, menurut Puji, wajib segera dikomunikasikan PPIU kepada jemaah. Ia mengingatkan, jemaah perlu memastikan jadwal, waktu keberangkatan, dan arahan terbaru dari PPIU sebelum menuju bandara.

"Jangan sampai jemaah sudah tiba di bandara, sementara jadwal penerbangannya belum mendapat kepastian. Pastikan seluruh informasi melalui PPIU sebelum berangkat dari rumah," ujarnya.

Kemenhaj turut meminta PPIU menjaga komunikasi aktif dan terbuka dengan jemaah. Perkembangan operasional penerbangan, perubahan jadwal, hingga langkah penanganan harus disampaikan secara jelas agar tidak menimbulkan kebingungan di lapangan.

Puji menyebutkan, pemerintah terus memantau situasi dan berkoordinasi dengan pihak terkait. Bagi jemaah yang sudah berada di Arab Saudi, Kemenhaj mengimbau mereka berkoordinasi dengan PPIU maupun Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI), bukan mengambil langkah sendiri.

"Jemaah yang sudah berada di Arab Saudi dapat berkoordinasi dengan PPIU dan KJRI. Jangan mengambil langkah sendiri. Pastikan komunikasi tetap terhubung agar setiap persoalan dapat ditangani dengan tepat," kata Puji.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak langsung memercayai informasi yang beredar di media sosial sebelum memastikan kebenarannya. Informasi seputar penerbangan dan perjalanan umrah, menurut Puji, bisa diperoleh lewat PPIU, maskapai, kanal resmi pemerintah, maupun perwakilan Indonesia di Arab Saudi.

Kemenhaj menyediakan layanan pengaduan di nomor 0811-888-5888 bagi masyarakat yang ingin menyampaikan informasi atau laporan terkait penyelenggaraan haji dan umrah. Setiap laporan akan diverifikasi berdasarkan substansi dan kewenangan sebelum ditindaklanjuti.

Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI Heni Hamidah sebelumnya menyebutkan, otoritas Arab Saudi sempat mengeluarkan peringatan bahaya untuk sejumlah wilayah, termasuk Mekkah, Taif, dan Jeddah. Peringatan itu belakangan dicabut, namun WNI di Arab Saudi tetap diminta waspada dan memantau situasi lewat kanal resmi.

Hingga saat ini belum ada laporan WNI yang terdampak konflik antara Arab Saudi dan kelompok Houthi tersebut.

Konflik Arab Saudi dan Houthi kembali meningkat setelah beberapa tahun sempat mereda akibat gencatan senjata. Arab Saudi telah memimpin koalisi yang memerangi Houthi sejak 2015, namun pertempuran pecah lagi bulan ini seiring meningkatnya serangan Houthi terhadap pasukan yang bersekutu dengan pemerintah Yaman.

Pejabat pemerintah Yaman menyebutkan, Houthi kini menguasai hampir seluruh pantai barat Yaman di sepanjang Laut Merah. Dalam beberapa hari terakhir, kelompok itu juga merebut Pulau Perim yang berada di pintu masuk Laut Merah.

Sebagai respons, angkatan udara Arab Saudi dan Yaman meningkatkan pengeboman terhadap sejumlah sasaran Houthi, termasuk wilayah di sekitar pelabuhan bersejarah Mocha di Laut Merah.

"Kelompok Houthi berada di bawah tekanan berat. Mereka pada gilirannya semakin meningkatkan tekanan terhadap Saudi dengan memperbanyak serangan rudal dan drone," kata seorang pejabat Yaman kepada Reuters.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai umrah, dan Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.