BRMS Rampungkan Portal Tambang Bawah Tanah Emas Poboya
BRMS merampungkan portal tambang bawah tanah di Poboya dan menargetkan produksi emas terus naik hingga 2028, ditopang penambahan kapasitas pabrik olahan.

Periskop.id - PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) merampungkan pembangunan portal atau pintu masuk tambang emas bawah tanah di Poboya, Palu, Sulawesi Tengah. Progres ini jadi salah satu tonggak penting menuju target peningkatan produksi emas perusahaan hingga 2028.
Direktur Utama dan Chief Executive Officer BRMS Agus Projosasmito menguraikan, terowongan bawah tanah tersebut sudah mencapai panjang lebih dari 975 meter dari portal, dengan kedalaman 140 meter dari permukaan tanah. Fasilitas shaft ventilasi udara pertama juga sudah rampung, sementara shaft kedua masih dalam tahap pengerjaan dan ditargetkan tuntas pada semester pertama 2027.
"Kami cukup puas dengan kemajuan operasional kami. Terlepas dari faktor-faktor makro dan eksternal yang dapat mempengaruhi harga dan permintaan emas di pasar domestik, kami tetap percaya terhadap fundamental BRMS yang kuat," kata Agus Projosasmito dalam keterangan resmi perusahaan, Rabu (16/9).
Ia menambahkan, operasi pushback di area tambang terbuka Poboya sudah selesai dikerjakan sejak Juli lalu. Karena itu, produksi emas dari tambang terbuka diproyeksikan naik pada semester kedua 2026.
Dengan kemajuan konstruksi bawah tanah itu, anak usaha BRMS, PT Citra Palu Minerals (CPM), diproyeksikan bisa mulai menambang bijih berkadar tinggi dengan kandungan emas di atas 3,2 gram per ton dari tambang bawah tanah pada pertengahan 2027.
Kapasitas pabrik pengolahan emas juga bakal ditingkatkan, dari semula 500 ton menjadi 2.000 ton bijih per hari. Penambahan kapasitas ini ditargetkan kelar pada awal 2027.
Kombinasi pabrik baru berkapasitas 2.000 ton per hari dan pasokan bijih berkadar tinggi dari tambang bawah tanah diyakini bakal mendorong produksi emas BRMS terus naik sepanjang 2027 dan 2028.
Selain proyek emas di Palu, BRMS turut melaporkan kemajuan eksplorasi tembaga di Gorontalo, Sulawesi, lewat anak usahanya, PT Gorontalo Minerals (GM).
Saat ini, GM mengoperasikan empat unit alat pengeboran eksplorasi di lokasi tambang Cabang Kiri East. Tahun depan, perusahaan berencana menambah jadi tujuh alat pengeboran yang tersebar di tiga lokasi tambang di Gorontalo.
Hasil pengeboran tersebut ditargetkan bisa dituangkan dalam bentuk sumber daya mineral tembaga pada semester pertama 2027.
Dari sisi pasar modal, harga saham BRMS tercatat berada di level Rp730 per saham pada perdagangan Rabu (16/9), melemah 0,68% dari sesi sebelumnya. Secara tahun berjalan, saham ini masih terkoreksi 33,64%.
Meski begitu, Agus menegaskan fundamental perusahaan tetap kuat di tengah tekanan harga dan permintaan emas di pasar domestik.
Baca berita dan informasi lainnya mengenai PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) dengan mengeklik tautan.

Komentar (0)
Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.
Belum ada komentar.