banner-sheroes-yoga
Nasional

BMKG Deteksi Sebaran Debu Vulkanik Empat Gunung Api

BMKG memantau sebaran debu vulkanik dari Gunung Dukono, Ibu, dan Semeru lewat citra satelit, sementara Gunung Ibu di Halmahera Barat kembali erupsi.

BMKG Deteksi Sebaran Debu Vulkanik Empat Gunung Api
Ilustrasi kendaraan roda 4 yang terkena debu atau abu vulkanik. Dihasilkan oleh AI
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi sebaran debu vulkanik dari empat gunung api aktif di Indonesia. Deteksi dilakukan lewat analisis citra satelit cuaca RGB Himawari-9.

Direktur Meteorologi Publik BMKG Ida Pramuwardani memaparkan, sebaran debu vulkanik terpantau di kawasan Gunung Dukono, Gunung Ibu, dan Gunung Semeru. Sementara itu, Gunung Lewotolo nihil dari hasil pantauan satelit.

"Berdasarkan analisis citra satelit, sebaran debu vulkanik Gunung Dukono dan Gunung Ibu teramati bergerak ke arah timur laut, sedangkan Gunung Semeru terdeteksi bergerak ke arah tenggara," kata Ida dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (19/9).

Ida merinci, debu vulkanik Gunung Dukono mencakup wilayah Kabupaten Halmahera Utara hingga Perairan Barat Daya Morotai. Sebaran dari Gunung Ibu melingkupi Halmahera Barat dan Halmahera Utara.

Adapun debu vulkanik Gunung Semeru terpantau mencakup sebagian Kabupaten Lumajang hingga perairan di sekitarnya.

Dari empat gunung yang dipantau, Badan Geologi melaporkan kondisi terkini Gunung Ibu di Halmahera Barat, Maluku Utara. Gunung yang berstatus Level II atau Waspada itu kembali erupsi pada Sabtu (19/9) pukul 05.49 WIT.

Tinggi kolom abu dari letusan tersebut teramati sekitar 400 meter di atas puncak. Kolom abu berwarna kelabu tebal itu condong ke arah timur.

Rekaman seismogram mencatat amplitudo maksimum mencapai 28,0 mm dengan durasi erupsi selama 45 detik.

Menyikapi kondisi tersebut, Badan Geologi merekomendasikan masyarakat dan wisatawan untuk tidak beraktivitas dalam radius 2 kilometer dari kawah aktif Gunung Ibu. Rekomendasi ini diperluas secara sektoral hingga 3,5 kilometer ke arah bukaan kawah bagian utara.

Masyarakat juga diimbau mengenakan masker dan kacamata pelindung saat beraktivitas di luar rumah untuk mengantisipasi hujan abu. Warga diminta tidak terpancing isu hoaks dan tetap mengikuti instruksi resmi dari Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat serta Pos Pengamatan Gunung Api Gam Ici.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), dan erupsi gunung dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.