Periskop.id - Dunia sepak bola masih belum melupakan momen dramatis di Stadion Lusail, Doha, pada akhir tahun 2022 silam. 

Kala itu, Argentina resmi keluar sebagai juara Piala Dunia 2022 setelah menyudahi perlawanan sengit Prancis melalui drama adu penalti yang berakhir dengan skor 4 lawan 2. 

Kemenangan tersebut diraih setelah kedua tim bermain imbang secara luar biasa dengan skor 3 lawan 3 hingga babak tambahan waktu berakhir. 

Kini, menjelang perhelatan akbar berikutnya, sorotan dunia kembali tertuju pada pasukan Lionel Scaloni.

Dominasi di Peringkat Dunia dan Kualifikasi

Berdasarkan data peringkat terbaru yang dirilis oleh federasi sepak bola dunia, FIFA, per tanggal 22 Desember 2025, Argentina menunjukkan konsistensi yang luar biasa. Tim nasional yang identik dengan warna biru langit dan putih ini kini bertengger di peringkat dua dunia. 

Argentina mengumpulkan total poin sebesar 1.873,33. Posisi ini menempatkan mereka tepat di bawah Spanyol yang menduduki peringkat pertama, namun tetap berada di atas rival kuat mereka, Prancis.

Ketangguhan Argentina juga terbukti dalam perjalanan mereka di kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Amerika Selatan atau CONMEBOL. Sebagai juara bertahan, Argentina tampil sangat dominan dengan memenangkan grup kualifikasi di zona tersebut. 

Tidak tanggung-tanggung, mereka memimpin klasemen dengan selisih poin yang cukup jauh, yakni unggul sembilan poin dari Ekuador yang harus puas berada di posisi kedua. 

Dengan performa klinis tersebut, ditambah kehadiran sang megabintang Lionel Messi yang diperkirakan akan tetap tampil, Argentina kembali menyandang status sebagai salah satu favorit utama untuk meraih kejayaan di panggung dunia.

Hasil undian resmi untuk putaran final Piala Dunia 2026 telah menempatkan Argentina berada di Grup J. Di atas kertas, grup ini terlihat cukup menguntungkan bagi sang juara bertahan. Argentina akan bersaing dengan tiga negara lainnya, yaitu Aljazair, Austria, dan Yordania. 

Meski Argentina lebih diunggulkan secara peringkat dan kedalaman skuat, tantangan dari gaya permainan Aljazair yang spartan serta disiplin taktik dari Austria tetap menjadi variabel yang patut diwaspadai di fase grup nanti.

Suara Publik Global: Apakah Argentina Akan Juara Lagi?

Optimisme di lapangan ternyata berbanding terbalik dengan persepsi publik di beberapa belahan dunia. 

Berdasarkan laporan berjudul "Predictions 2026 Report" yang dipublikasikan oleh lembaga riset Ipsos pada Desember 2025, muncul keraguan mengenai peluang Argentina untuk kembali mengangkat trofi emas tersebut.

Survei yang dilakukan terhadap responden di 30 negara menunjukkan bahwa sebanyak 41% responden menyatakan setuju bahwa Argentina akan memenangkan Piala Dunia sepak bola lagi. 

Namun, mayoritas responden sebesar 59% menyatakan tidak setuju. Meskipun secara akumulatif global angka ketidaksetujuan lebih tinggi, dukungan di beberapa negara tertentu justru sangat masif.

Berikut adalah 10 negara dengan persentase tertinggi yang meyakini Argentina akan kembali juara:

  1. Argentina: 87% setuju.
  2. India: 68%.
  3. Indonesia: 59%.
  4. Peru: 55%.
  5. Malaysia: 53%.
  6. Thailand: 52%.
  7. Turki: 52%.
  8. Romania: 52%.
  9. Singapura: 44%.
  10. Afrika Selatan: 44%.

Selain data dari Ipsos, peta persaingan juga dapat dilihat dari survei singkat yang dirilis oleh media kenamaan BBC. 

Dalam artikel yang dipublikasikan pada Jumat, 5 Desember 2025, terlihat adanya pergeseran dukungan dari publik global. Hingga pantauan terakhir pada Rabu, 7 Januari 2026, tercatat bahwa Spanyol dan Inggris menjadi dua negara yang paling banyak dijagokan untuk menjadi juara Piala Dunia 2026.

Kedua negara tersebut masing-masing mengantongi persentase dukungan sebesar 28%. Sementara itu, responden yang menjagokan Argentina untuk kembali mempertahankan gelarnya tercatat sebesar 12%. 

Angka ini menunjukkan bahwa meskipun Argentina merupakan tim peringkat dua dunia dengan performa kualifikasi yang gemilang, banyak pihak yang memprediksi bahwa kekuatan sepak bola Eropa, terutama Spanyol dan Inggris, akan memberikan tantangan yang jauh lebih berat pada turnamen mendatang.

Dengan segala statistik dan opini yang berkembang, Piala Dunia 2026 dipastikan akan menjadi ajang pembuktian bagi Messi dan kolega. Apakah mereka mampu mematahkan keraguan publik global atau justru sejarah baru akan tercipta oleh kekuatan baru dari Eropa?