Periskop.id – PLN Electric Run 2026 akan digelar di kawasan ICE BSD, Kabupaten Tangerang, Banten, pada 8 November 2026. Ajang lari tahunan tersebut menargetkan 8.000 peserta sekaligus mengajukan sertifikasi World Athletics Label untuk kategori Half Marathon.

Pendaftaran peserta mulai dibuka pada 27 Juli 2026 melalui aplikasi PLN Mobile. Selain kategori Half Marathon sejauh 21,1 kilometer, penyelenggara tetap menyediakan kategori 5K dan 10K agar dapat diikuti pelari dengan berbagai tingkat kemampuan.

Mengusung tema “Powering Our Green Future”, penyelenggaraan tahun ini tidak hanya berfokus pada kompetisi olahraga, tetapi juga mengajak peserta terlibat dalam gerakan menuju gaya hidup sehat dan rendah emisi.

Direktur Retail dan Niaga PT PLN (Persero) M. Fahrur Rozy mengatakan PLN Electric Run dirancang sebagai ruang kolaborasi antara masyarakat, komunitas lari, perusahaan, dan berbagai pemangku kepentingan dalam mendukung masa depan yang lebih ramah lingkungan.

“Melihat antusiasme yang terus meningkat setiap tahunnya, kami optimistis PLN Electric Run dapat memberikan dampak yang semakin luas. Harapannya, event ini tidak hanya menjadi agenda yang dinantikan para pelari, tetapi juga menjadi simbol kolaborasi dalam membangun masa depan Indonesia yang lebih bersih, lebih hijau, dan berkelanjutan,” ujar Fahrur Rozy.

Ajukan World Athletics Label

Peningkatan standar penyelenggaraan menjadi pembeda utama PLN Electric Run 2026 dibandingkan tiga edisi sebelumnya. Untuk pertama kalinya, kategori Half Marathon diajukan memperoleh World Athletics Label.

Status tersebut belum otomatis diperoleh karena ajang masih harus memenuhi sejumlah persyaratan teknis dan penyelenggaraan yang ditetapkan World Athletics. Regulasi World Athletics untuk lomba jalan raya 2026, antara lain, mensyaratkan sebuah lomba telah diselenggarakan setidaknya dua tahun berturut-turut sebelum dapat memperoleh label.

Sebagai bagian dari persiapan, penyelenggara menyiapkan rute baru di kawasan BSD yang disebut telah diukur sesuai standar Association of International Marathons and Distance Races atau AIMS. Langkah tersebut diharapkan dapat memberikan kepastian jarak sekaligus mendukung pencatatan performa peserta.

Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia atau PB PASI, Tigor Tanjung, menilai peningkatan kualitas lomba dapat memberikan nilai tambah bagi perkembangan ekosistem lari di Indonesia.

Ia menilai ajang road race dengan standar internasional dibutuhkan untuk memperkuat kepercayaan pelari, mendukung perkembangan atlet, serta meningkatkan kemampuan Indonesia sebagai penyelenggara kompetisi olahraga.

PLN Electric Run sendiri telah digelar sejak 2023. Pada edisi 2026, kategori yang dipertandingkan terdiri atas Half Marathon, 10K, dan 5K. Situs resmi penyelenggara juga mencantumkan total hadiah mencapai Rp1 miliar.

Target Kurangi Emisi 24,78 Ton

Selain meningkatkan kualitas kompetisi, PLN menargetkan penyelenggaraan tahun ini dapat berkontribusi pada pengurangan emisi karbon sebesar 24.780 kilogram CO2 atau sekitar 24,78 ton.

Target tersebut lebih besar dibandingkan kontribusi yang dicatat dalam PLN Electric Run 2024. Berdasarkan data pada situs resmi acara, pelaksanaan 2024 diklaim berkontribusi mengurangi emisi sebesar 14.363 kilogram CO2 dari tiga kategori lomba.

Dengan demikian, target pengurangan emisi pada edisi 2026 meningkat sekitar 72,5 persen dibandingkan capaian yang dicantumkan untuk 2024.

Komitmen lingkungan juga akan dijalankan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan. PLN berencana memberikan bantuan dan pemberdayaan kepada perempuan pekerja agar mampu menghasilkan produk yang lebih ramah lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan mereka.

Wakil Pemimpin Redaksi Harian Kompas Adi Prinantyo mengatakan isu keberlanjutan perlu diterjemahkan menjadi pengalaman dan tindakan yang dapat diikuti langsung oleh masyarakat.

“PLN Electric Run 2026 menghadirkan narasi tersebut dalam bentuk pengalaman dan aksi yang nyata. Bukan sekadar mengajak orang berbicara tentang sustainability, tetapi mengajak mereka ikut menjadi bagian dari gerakannya,” tegas Adi Prinantyo.

Tren Lomba Lari Terus Tumbuh

Penyelenggaraan PLN Electric Run berlangsung di tengah meningkatnya minat masyarakat terhadap olahraga lari. Survei Snapcart pada Mei 2026 terhadap 1.361 responden Indonesia menunjukkan 24% responden pernah mengikuti lomba lari, sedangkan 15% mengaku cukup sering berpartisipasi.

Sebanyak 13% responden juga berencana mengikuti lomba lari pada masa mendatang. Fun run menjadi format paling populer dan pernah diikuti oleh 61% responden yang berpartisipasi dalam ajang lari.

Besarnya antusiasme juga terlihat dalam BTN Jakarta International Marathon 2026. Ajang tersebut diikuti 45.500 pelari, meningkat dari sekitar 31.000 peserta pada penyelenggaraan tahun sebelumnya. Sebanyak 1.012 di antaranya merupakan pelari internasional.

Data tersebut memperlihatkan lomba lari semakin berkembang dari sekadar kompetisi menjadi bagian dari gaya hidup, aktivitas komunitas, serta industri sport tourism.

Registrasi melalui PLN Mobile

Pendaftaran PLN Electric Run 2026 dilakukan melalui aplikasi PLN Mobile. Peserta dapat mengunduh aplikasi, mengisi formulir registrasi, memilih kategori lomba, dan menyelesaikan pembayaran melalui metode yang tersedia.

Penyelenggara menyediakan skema penjualan tiket Early Bird, Group Registration, dan General Sale. Selain itu, tersedia program tiket khusus bagi pelanggan PLN Mobile.

Pengguna yang melakukan pembelian token listrik minimal Rp50.000 sebanyak delapan kali berkesempatan memperoleh satu slot gratis PLN Electric Run 2026. Program tersebut menjadi bagian dari upaya PLN Icon Plus mengintegrasikan layanan digital dengan penyelenggaraan kegiatan masyarakat.

Direktur Utama PLN Icon Plus Chipta Perdana mengatakan keterlibatan masyarakat diperlukan agar pemanfaatan energi bersih semakin luas dan dapat dirasakan secara langsung.

“Partisipasi kami dalam PLN Electric Run merupakan salah satu bentuk dukungan terhadap misi tersebut. Harapannya, PLN Electric Run tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi untuk membangun kesadaran bahwa percepatan energi baru terbarukan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat,” kata dia.