Periskop.id - BTN Jakarta International Marathon (BTN JAKIM) 2026 kembali digelar pada 13-14 Juni 2026 dengan melibatkan ribuan pelari nasional dan internasional. Ajang marathon internasional yang diselenggarakan Bank Tabungan Negara (BTN) bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Indonesia Muda Road Runner (IMRR) itu, akan berdampak pada rekayasa lalu lintas di sejumlah ruas utama ibu kota.

Corporate Secretary BTN Ramon Armando mengatakan, BTN JAKIM 2026 dirancang tidak hanya sebagai ajang olahraga, tetapi juga bagian dari penguatan posisi Jakarta sebagai kota global berbasis sport tourism.

Advertisement

“BTN JAKIM bukan hanya ajang olahraga internasional, namun juga bagian dari upaya bersama menjadikan Jakarta sebagai kota global melalui sport tourism dan penyelenggaraan event berkelas dunia,” kata Ramon dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (17/5). 

Penyelenggaraan BTN JAKIM 2026 dibagi dalam dua hari dengan kategori lomba berbeda. Pada Sabtu, 13 Juni 2026, akan digelar kategori BSN 5K dan EJ Sport 10K. Sementara pada Minggu, 14 Juni 2026, berlangsung kategori Le Minerale Half Marathon dan BTN Marathon.

Untuk mendukung kelancaran acara, Pemprov DKI Jakarta bersama Dinas Perhubungan dan Ditlantas Polda Metro Jaya akan melakukan pengaturan dan rekayasa lalu lintas di sejumlah titik strategis Jakarta.

Pada Sabtu, 13 Juni 2026, rekayasa lalu lintas dilakukan mulai pukul 03.00 WIB hingga 07.30 WIB. Ruas yang terdampak antara lain kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Gatot Subroto, Jalan Gerbang Pemuda, hingga kawasan Semanggi.

Sementara pada Minggu, 14 Juni 2026, pengaturan lalu lintas berlangsung lebih panjang, yakni pukul 03.00 WIB hingga 11.00 WIB. Sejumlah ruas protokol yang terdampak meliputi kawasan Monas, Jalan MH Thamrin, Jalan Imam Bonjol, Jalan HR Rasuna Said, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Gatot Subroto, Jalan Pattimura, hingga kawasan Senayan dan Gelora Bung Karno.

Prinsip 4S
Ramon mengatakan, penyelenggaraan BTN JAKIM tahun ini tetap mengedepankan prinsip 4S, yakni Sterile, Secure, Safety, dan Smooth untuk memastikan keamanan serta kenyamanan seluruh peserta maupun masyarakat.

“Kami berharap dukungan dan kerja sama seluruh masyarakat Jakarta agar BTN JAKIM 2026 dapat berjalan lancar, aman, dan sukses sehingga semakin memperkuat posisi Jakarta sebagai destinasi olahraga global,” ujar Ramon.

Selain pengaturan lalu lintas, operasional Transjakarta juga akan mengalami penyesuaian. Pada Sabtu, sebanyak 22 rute Transjakarta dimodifikasi, sedangkan Minggu mencapai 44 rute layanan yang terdampak. Beberapa koridor yang mengalami penyesuaian operasional meliputi rute Ragunan–Balai Kota, Kalideres–Senayan, Pinang Ranti–Pluit, Blok M–Kota, hingga layanan menuju Bandara Soekarno-Hatta.

Transportasi Publik
Meski demikian, moda transportasi MRT Jakarta dan Commuter Line dipastikan tetap beroperasi normal. Pemprov DKI juga mengimbau masyarakat menggunakan transportasi publik selama pelaksanaan BTN JAKIM 2026 untuk mengurangi kepadatan kendaraan di pusat kota.

Wakil Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Ujang Harmawan meminta masyarakat menyesuaikan waktu perjalanan, serta menghindari ruas jalan yang terdampak rekayasa lalu lintas. Sementara itu, Race Director BTN JAKIM 2026 Satrio Guardian mengatakan, sterilisasi area lomba menjadi bagian penting dalam menjaga standar internasional penyelenggaraan marathon.

“Sterilisasi area race dilakukan demi mendukung keamanan dan kenyamanan penyelenggaraan BTN Jakarta International Marathon 2026 sebagai event berskala internasional. Untuk mempermudah mobilitas selama penyesuaian lalu lintas berlangsung, masyarakat juga dapat menggunakan aplikasi navigasi seperti Google Maps guna mendapatkan rute alternatif,” beber Satrio

Sebagai dukungan mobilitas, Pemprov DKI Jakarta juga menyiapkan sejumlah kantong parkir di sekitar kawasan Monas dan GBK, mulai dari IRTI Monas, Stadion Madya, Istora, Aquatic Stadium, hingga kawasan Parkir GBK sisi utara dan selatan.

BTN JAKIM sendiri terus berkembang menjadi salah satu event marathon terbesar di Indonesia. Pada penyelenggaraan sebelumnya, ajang ini berhasil menarik ribuan peserta dari berbagai negara. Hajatan ini memberikan dampak ekonomi bagi sektor pariwisata, hotel, transportasi, hingga UMKM di Jakarta.

Untuk informasi lengkap terkait rekayasa lalu lintas, rute alternatif, hingga penyesuaian transportasi umum, masyarakat dapat memantau kanal resmi Dishub DKI Jakarta maupun situs resmi BTN JAKIM di jakim.id.