Periskop.id - Dua dekade setelah debutnya di Asian Games Doha 2006, lifter senior Indonesia Eko Yuli Irawan berpeluang kembali tampil pada pesta olahraga terbesar Asia untuk keenam kalinya. Atlet berusia 37 tahun itu masuk dalam skuad angkat besi Indonesia yang disiapkan menuju Asian Games Aichi-Nagoya 2026 di Jepang.

Eko diproyeksikan turun di kelas 65 kg putra. Jika tampil, perjalanan Asian Games-nya akan membentang selama 20 tahun, mulai Doha 2006, Guangzhou 2010, Incheon 2014, Jakarta-Palembang 2018, Hangzhou 2022, hingga Aichi-Nagoya 2026.

Asian Games ke-20 dijadwalkan berlangsung pada 19 September hingga 4 Oktober 2026. Panitia Aichi-Nagoya menetapkan pertandingan angkat besi berlangsung pada akhir September sebagai bagian dari 43 cabang olahraga yang dipertandingkan.

Dua Dekade Perjalanan Eko Yuli

Eko pertama kali tampil pada Asian Games Doha 2006 ketika masih berusia 17 tahun. Turun di kelas 56 kg, ia menempati posisi keenam dengan total angkatan 271 kg.

Empat tahun kemudian, Eko meraih medali Asian Games pertamanya berupa perunggu kelas 62 kg di Guangzhou 2010 setelah membukukan total angkatan 311 kg. Ia kembali memperoleh perunggu pada Incheon 2014 dengan total 308 kg.

Puncaknya terjadi di Jakarta-Palembang 2018. Tampil di hadapan publik sendiri, Eko merebut medali emas setelah mencatat total angkatan 311 kg.

Rekor selalu membawa pulang medali sejak Guangzhou terhenti pada Asian Games Hangzhou 2022 yang digelar pada 2023. Saat turun di kelas 67 kg, Eko berhasil mengangkat snatch 145 kg tetapi gagal dalam tiga percobaan clean and jerk sehingga tidak mencatatkan total angkatan.

Meski telah memasuki fase akhir karier, Eko masih mempertahankan daya saingnya. Pada SEA Games 2025 Thailand, ia turun di kelas 65 kg dan meraih medali perunggu. Seusai ajang tersebut, Eko menegaskan Asian Games Aichi-Nagoya menjadi salah satu sasaran berikutnya untuk mengukur apakah dirinya masih mampu bersaing di level elite Asia.

 

Indonesia Raih Dua Emas dan Rekor Dunia di Kejuaraan Dunia Angkat Besi 2025
ifter Indonesia peraih medali emas Rizki Juniansyah (tengah) hormat saat menyanyikan lagu Indonesia Raya usai menjuarai kelas 79 kilogram putra kejuaraan Dunia Angkat Besi IWF (IWF World Championship) 2025 di Forde, Norwegia, Selasa (7/10). ANTARA FOTO/Xinhua

 

 

Indonesia Bawa Juara Olimpiade dan Juara Bertahan

Eko menjadi satu dari empat lifter putra yang disiapkan PB PABSI. Tiga lainnya adalah Ricko Saputra di kelas 60 kg, Rahmat Erwin Abdullah di kelas 75 kg, serta juara Olimpiade Paris 2024 Rizki Juniansyah di kelas 85 kg.

Rizki akan menjalani Asian Games pertamanya setelah meraih emas Olimpiade Paris 2024 pada kelas 73 kg dengan total angkatan 354 kg. Ia sebelumnya mengaku meningkatkan intensitas latihan karena persaingan Asia berpotensi menghadirkan atlet-atlet baru dengan kemampuan yang sulit diprediksi.

"Yang paling penting bagi saya saat ini tetap berjuang di tempat latihan dan saya terus memperkuat tekad mengejar prestasi lagi," kata Rizki.

Rahmat Erwin datang dengan status juara bertahan Asian Games. Pada Hangzhou 2022, ia merebut emas kelas 73 kg dengan total angkatan 359 kg sekaligus mencetak rekor dunia clean and jerk 201 kg pada saat itu. PABSI memang menempatkan Rahmat dan Rizki sebagai dua kekuatan utama Indonesia menuju Aichi-Nagoya.

Keduanya sempat diproyeksikan bersaing memperebutkan kelas 75 kg melalui seleksi nasional. PB PABSI sejak awal menegaskan tetap ingin membawa keduanya ke Jepang dengan menempatkan mereka pada kelas berbeda agar peluang medali Indonesia semakin besar.

"Saya yakin mereka tampil di mana pun bisa menang, insyaallah," kata Sekretaris Jenderal PB PABSI Djoko Pramono.

Empat Lifter Putri Ikut Disiapkan

Pada sektor putri, Indonesia menyiapkan Luluk Diana Tri Wijayana di kelas 49 kg, Juliana Klarisa 53 kg, Natasya Beteyob 61 kg, serta Indah Afriza 69 kg.

Lima ofisial juga disiapkan mendampingi tim, yakni Dirdja Wihardja, Erwin Abdullah, Samsusi, Sri Indriyani, dan Triyatno.

PB PABSI sebelumnya telah menetapkan target medali emas pada Asian Games 2026. Modal Indonesia cukup kuat setelah angkat besi menjadi salah satu cabang paling konsisten menghasilkan prestasi di level internasional, termasuk emas Rahmat pada Asian Games Hangzhou dan emas Olimpiade Rizki di Paris.

Bagi Eko, Aichi-Nagoya membawa cerita berbeda. Selain menjadi kesempatan memburu medali Asian Games keempat sepanjang kariernya, penampilannya akan memperpanjang salah satu perjalanan terlama atlet Indonesia di Asian Games, dari seorang lifter berusia 17 tahun di Doha hingga menjadi atlet senior berusia 37 tahun dua dekade kemudian.

Daftar Lifter Indonesia untuk Asian Games 2026

Putra: Ricko Saputra (60 kg), Eko Yuli Irawan (65 kg), Rahmat Erwin Abdullah (75 kg), Rizki Juniansyah (85 kg).

Putri: Luluk Diana Tri Wijayana (49 kg), Juliana Klarisa (53 kg), Natasya Beteyob (61 kg), Indah Afriza (69 kg).