Uang Rupiah Bertanda Tangan Purbaya dan Perry Ramai Dikoleksi, Ini Kata BI
BI menyebut kebiasaan masyarakat mengoleksi uang rupiah berdasarkan tanda tangan pejabat sebagai bagian dari kegiatan numismatik.

Periskop.id - Masyarakat di media sosial belakangan ramai mengoleksi uang rupiah yang memuat tanda tangan Purbaya Yudhi Sadewa, yang sebelumnya menjabat sebagai Menteri Keuangan, dan Perry Warjiyo, yang sebelumnya merupakan Gubernur Bank Indonesia (BI).
Bank Indonesia (BI) menyebut fenomena masyarakat yang mengoleksi uang rupiah berdasarkan tanda tangan pejabat yang tercantum di dalamnya merupakan bagian dari kegiatan numismatik.
Deputi Gubernur Bank Indonesia Ricky Perdana Gozali menjelaskan, masyarakat memiliki berbagai alasan dalam mengoleksi uang rupiah. Selain berdasarkan tanda tangan pejabat, kolektor juga dapat memilih uang berdasarkan tahun emisi, tahun cetak, desain, hingga nomor seri.
"Ini yang disebut dengan numismatik. Numismatik ini adalah bahwa masyarakat itu memiliki minat untuk mengoleksi. Untuk mengoleksi uang rupiah, macam-macam koleksinya itu," kata Ricky dalam konferensi pers RDG, Jakarta, Rabu (23/9).
Menurutnya, ketertarikan terhadap tanda tangan pejabat pada uang rupiah juga dapat menjadi salah satu alasan masyarakat menjadikan uang tertentu sebagai koleksi.
Ricky mengatakan, kegiatan mengoleksi uang rupiah merupakan hal yang wajar dan menjadi salah satu bentuk aktivitas numismatik yang dilakukan masyarakat.
"Kalau itu memang terjadi di masyarakat. Kami tentunya menghargai hal tersebut," tambahnya.
Meski demikian, Gozali menegaskan bahwa nilai dan fungsi uang yang dikoleksi tetap mengikuti ketentuan yang berlaku. Selama uang tersebut masih berlaku, nilainya tetap sesuai dengan nominal yang tercantum dan tetap dapat digunakan sebagai alat pembayaran yang sah.
"Sepanjang uang tersebut masih berlaku, nilainya tetap sesuai dengan nominal yang tercantum dan fungsinya tetap sebagai alat pembayaran yang bisa," tutup Ricky.
Baca berita dan informasi lainnya mengenai Purbaya Yudhi Sadewa, Perry Warjiyo, Ricky Perdana Gozali, Bank Indonesia (BI), dan Rupiah dengan mengeklik tautan.



Komentar (0)
Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.
Belum ada komentar.