Iklan
Teknologi

Anthropic dan OpenAI Rilis Model AI Baru, Lebih Murah di Tengah Seruan Perlambatan

Anthropic merilis Claude Opus 5.5, sementara OpenAI meluncurkan GPT-6 Sol dan Luna. Model baru menawarkan kemampuan AI canggih dengan biaya lebih rendah

Anthropic dan OpenAI Rilis Model AI Baru, Lebih Murah di Tengah Seruan Perlambatan
Ilustrasi logo Anthropic. AI Generated Image
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Persaingan pengembangan kecerdasan buatan atau AI kembali memanas. Anthropic dan OpenAI sama-sama merilis model baru pada 22 September 2026, hanya beberapa hari setelah para pemimpin industri AI kembali menyerukan, agar pengembangan model terdepan dilakukan dengan laju yang lebih terkendali demi memperkuat aspek keselamatan.

Anthropic memperkenalkan Claude Opus 5.5, sedangkan OpenAI meluncurkan GPT-6 Sol dan GPT-6 Luna. Ketiganya membawa pola yang sama, yakni mempertahankan atau meningkatkan kemampuan model sebelumnya sembari menurunkan biaya penggunaan secara signifikan.

Peluncuran tersebut memperlihatkan dilema industri AI saat ini. Perusahaan ingin meningkatkan pengamanan dan memperlambat pengembangan pada batas kemampuan paling ekstrem atau frontier, tetapi persaingan komersial tetap mendorong model yang lebih pintar, murah, dan efisien untuk terus diperkenalkan.

Reuters sebelumnya melaporkan Anthropic dan OpenAI termasuk perusahaan yang mendukung gagasan "pace the frontier", yakni memastikan penelitian keselamatan dan pengawasan dapat mengikuti kecepatan peningkatan kemampuan AI. Konsep tersebut bukan berarti menghentikan seluruh inovasi AI, melainkan mengendalikan laju pengembangan model paling maju.

Claude Opus 5.5 Fokus Coding dan Pekerjaan Kompleks

Anthropic menempatkan Claude Opus 5.5 sebagai model pertama dari keluarga Claude 5.5. Perusahaan mengatakan model itu mampu memberikan kinerja yang mendekati Claude Fable 5.1 pada sebagian besar pekerjaan, tetapi membutuhkan biaya operasional lebih rendah.

“Model ini berkinerja setara dengan Claude Fable 5.1 untuk sebagian besar pekerjaan dan biaya operasionalnya 40% lebih murah daripada Opus 5.” demikian keterangan resmi Anthropic.

Perusahaan membidik penggunaan Opus 5.5 untuk pekerjaan profesional yang kompleks, terutama pengembangan perangkat lunak, penggunaan komputer secara otonom, analisis pengetahuan, serta alur kerja bisnis.

Dalam pengujian yang dipublikasikan Anthropic, Opus 5.5 mencatat skor 66,4% pada Terminal-Bench 4.0, lebih tinggi dari GPT-6 Astra yang tercatat 57,9%. Pada FrontierCode v1.1 Main, Opus 5.5 memperoleh 54,4%, sedangkan Astra 53,3%.

Namun, hasil tersebut tetap perlu dibaca sebagai benchmark yang dipublikasikan Anthropic. Perusahaan sendiri mengingatkan perbedaan skor pada model yang sudah sangat kuat tidak selalu menggambarkan perbedaan nyata dalam penggunaan sehari-hari. Konfigurasi tingkat penalaran dalam pengujian juga dapat berbeda antara model.

Anthropic menyebut model baru tersebut lebih efektif mengerjakan migrasi kode, audit perangkat lunak berskala besar, dan pekerjaan yang membutuhkan agen AI bekerja dalam waktu panjang.

Salah satu penguji awal disebut berhasil melakukan migrasi sekitar 680 ribu baris kode dalam waktu kurang dari sehari, tugas yang menurut Anthropic dapat memakan waktu berminggu-minggu apabila dilakukan tim pengembang secara manual.

Biaya Opus 5.5 Turun

Efisiensi menjadi daya jual lainnya. Claude Opus 5.5 dipatok US$4 per 1 juta token input dan US$20 per 1 juta token output. Sebagai pembanding, Opus 5 dibanderol US$5 untuk input dan US$25 untuk output dalam jumlah token yang sama.

Anthropic mengatakan penurunan biaya tidak hanya berasal dari harga per token. Model baru juga diklaim membutuhkan lebih sedikit token untuk menyelesaikan sejumlah pekerjaan sehingga biaya total tugas dapat turun sekitar 40%.

Reuters melaporkan peluncuran tersebut terjadi ketika Anthropic berusaha memperbesar bisnis perusahaan sekaligus menghadapi tekanan kompetisi dari OpenAI dan model-model open-weight yang menawarkan biaya lebih rendah.

Pengamanan Diperketat setelah Seruan Perlambatan AI

Opus 5.5 juga merupakan model pertama Anthropic yang dirilis setelah perusahaan menyerukan pendekatan "pacing the frontier". Sebelum diluncurkan, model diuji oleh evaluator eksternal, termasuk METR dan Frontier Design. Anthropic mengklaim audit perilaku internal menunjukkan Opus 5.5 merupakan model terbaik mereka sejauh ini dari sisi alignment.

Perusahaan juga menyatakan model baru tersebut melakukan upaya menerobos batas lingkungan pengujian sekitar 85% lebih jarang dibanding Opus 5 dan Mythos 5.1. Reuters mencatat perilaku yang ditemukan pada pengujian tersebut tergolong berisiko rendah dan dilaporkan sendiri oleh model.

Aspek keamanan menjadi sorotan karena Anthropic sebelumnya melaporkan sejumlah insiden ketika model AI memperoleh akses tidak sah ke sistem komputer nyata dalam pengujian. Perusahaan kemudian meningkatkan sistem evaluasi serta pembatasan untuk permintaan berisiko tinggi, terutama bidang keamanan siber dan biologi.

OpenAI Luncurkan GPT-6 Sol dan Luna

Pada hari yang sama, OpenAI memperkenalkan GPT-6 Sol dan GPT-6 Luna. Keduanya dikembangkan dari kemajuan yang digunakan pada GPT-6 Astra, tetapi difokuskan pada keseimbangan antara kemampuan dan biaya. OpenAI menyebut Sol ditujukan untuk coding kompleks dan alur kerja agen AI, sedangkan Luna menjadi model efisien untuk pekerjaan terfokus dengan volume tinggi.

Kedua model memiliki jendela konteks hingga 1,05 juta token dan dapat bekerja dengan berbagai alat seperti pencarian web, pencarian file, penggunaan komputer, eksekusi kode serta function calling.

OpenAI mengatakan peningkatan efisiensi caching dan inferensi membuat harga API Sol dan Luna turun 50% dibandingkan harga promosi GPT-5.6.

Untuk penggunaan standar hingga konteks tertentu, GPT-6 Sol dibanderol US$2 per 1 juta token input dan US$10 untuk output. GPT-6 Luna jauh lebih murah dengan harga US$0,10 untuk input dan US$0,50 untuk output per 1 juta token.

Sol dan Luna juga tersedia melalui API, sedangkan pada produk ChatGPT keduanya diluncurkan untuk kebutuhan ChatGPT Work dan Codex, bukan sebagai pengganti langsung semua model pada percakapan ChatGPT biasa.

OpenAI Klaim Model Lebih Selaras

Selain kinerja dan biaya, OpenAI meningkatkan aspek alignment pada keluarga GPT-6.

Data evaluasi keselamatan OpenAI menunjukkan GPT-6 Sol menghasilkan sekitar 36% lebih sedikit temuan misalignment tingkat keparahan 3 atau lebih tinggi dibanding GPT-5.6 Sol dalam simulasi pekerjaan Codex internal. Perilaku seperti mengabaikan instruksi, menyembunyikan ketidakpastian, dan penipuan juga disebut lebih jarang ditemukan.

Meski demikian, OpenAI mengingatkan pengujian internal tersebut bukan ukuran langsung keamanan model ketika digunakan masyarakat luas karena lingkungan penggunaan nyata dapat berbeda.

GPT-6 Sol sendiri diposisikan untuk pekerjaan pengkodean dan agen AI yang kompleks, sementara Luna mengincar penggunaan dengan skala besar yang mengutamakan efisiensi biaya.

Persaingan AI Jalan Terus di Tengah Kekhawatiran Publik

Peluncuran serentak tersebut berlangsung ketika kekhawatiran terhadap perkembangan AI meningkat di Amerika Serikat. Survei Reuters/Ipsos pada September 2026 menemukan 55% responden mendukung perlambatan pengembangan AI, sementara 73% lebih memilih pengembangan yang aman dan bertanggung jawab dibanding perlombaan untuk memenangkan persaingan AI global. 

Sebanyak 73% juga khawatir perusahaan AI belum melakukan cukup banyak untuk mencegah dampak yang berpotensi sangat serius. Seruan perlambatan juga telah menimbulkan perdebatan internal di industri. Financial Times melaporkan gagasan pacing the frontier dari CEO Anthropic Dario Amodei mendapat dukungan dari CEO OpenAI Sam Altman, tetapi belum ada mekanisme industri yang disepakati mengenai seberapa jauh perusahaan harus menahan pengembangan model atau membuka sistem mereka untuk evaluator eksternal.

Di sisi lain, tekanan persaingan masih kuat. Reuters mencatat perusahaan AS menghadapi kompetisi dari model-model China yang semakin murah serta kebutuhan investasi pusat data dan komputasi yang sangat besar. Kondisi itu membuat efisiensi biaya menjadi faktor penting selain kemampuan model.

Peluncuran Claude Opus 5.5, GPT-6 Sol dan GPT-6 Luna akhirnya memperlihatkan arah industri AI yang sedikit berbeda dibanding beberapa tahun sebelumnya. Persaingan tidak lagi hanya tentang siapa memiliki model paling kuat, tetapi juga siapa yang mampu menyediakan kecerdasan tingkat tinggi dengan biaya lebih murah, pengamanan lebih kuat, dan efisiensi komputasi yang lebih baik.

Di tengah seruan untuk memperlambat batas kemampuan AI, Anthropic dan OpenAI justru menunjukkan bahwa inovasi belum berhenti. Yang mulai berubah adalah fokusnya, dari sekadar memperbesar kemampuan model menuju upaya menyeimbangkan kinerja, biaya, dan keselamatan.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Anthropic, OpenAI, dan Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.