Infantino Usulkan Reformasi Tata Kelola FIFA
Gianni Infantino mengajukan proses konsultasi reformasi pengambilan keputusan FIFA lewat surat ke 211 asosiasi anggota, menyusul polemik proposal FFE yang ditarik.

Periskop.id - Presiden FIFA Gianni Infantino mengusulkan proses konsultasi dengan seluruh asosiasi anggota untuk membahas reformasi pengambilan keputusan di badan sepak bola dunia itu. Usulan tersebut disampaikan lewat surat kepada 211 asosiasi anggota FIFA pada Senin (21/9).
Infantino mengusulkan agar FIFA Council membentuk mekanisme konsultasi yang langsung, terstruktur, dan memiliki batas waktu jelas. Konsultasi itu melibatkan konfederasi, asosiasi anggota, hingga pemangku kepentingan terkait proses pengambilan keputusan FIFA ke depan.
"Saya akan mengusulkan agar Council membentuk konsultasi langsung, terstruktur, dan terbatas waktu dengan konfederasi, Asosiasi Anggota, dan pemangku kepentingan terkait mengenai bagaimana proses pengambilan keputusan FIFA dapat semakin diperkuat," tulis Infantino dalam surat kepada 211 asosiasi anggota FIFA, Senin (21/9), dikutip AFP.
Sejumlah aspek diusulkan Infantino untuk dibahas dalam konsultasi tersebut. Ia menyoroti keterlibatan lembaga-lembaga FIFA sejak tahap awal, termasuk pembagian peran antara presiden, Bureau, Council, dan Congress.
Cara memperkuat transparansi, partisipasi, dan akuntabilitas dalam pengambilan keputusan strategis turut jadi poin yang diusulkan Infantino. Konsultasi tersebut juga bakal meminta masukan konkret dari berbagai pihak terkait.
Menurut laporan Reuters, proposal awal dari proses konsultasi ini dijadwalkan dibahas dalam rapat FIFA Council pada 15 Oktober 2026.
Usulan reformasi ini muncul setelah FIFA mendapat tekanan terkait rencana FIFA Forward Enterprise (FFE) yang akhirnya ditarik. Proposal itu sempat mendapat penolakan dari sejumlah pihak, termasuk UEFA.
Pada akhir Juli 2026, UEFA bersama 55 asosiasi anggotanya menolak rencana FFE tersebut. Mereka juga mempersoalkan proses konsultasi yang dilakukan dalam penyusunan proposal itu.
Isu reformasi tata kelola FIFA ini bergulir menjelang pemilihan presiden FIFA berikutnya. Infantino telah mengonfirmasi bakal mencalonkan diri kembali sebagai presiden FIFA pada 2027, sebagaimana disampaikannya dalam Kongres FIFA di Vancouver, Mei 2026.
Infantino menjabat presiden FIFA sejak 2016 menggantikan Sepp Blatter, lalu terpilih kembali pada 2019 dan 2023. Sejumlah pihak di Eropa secara terbuka mendorong perubahan kepemimpinan dan tata kelola FIFA di tengah rencana pencalonan kembali Infantino tersebut.
Hingga pertengahan September, Reuters melaporkan belum ada penantang yang resmi diumumkan untuk maju dalam pemilihan presiden FIFA 2027. Presiden CONCACAF Victor Montagliani disebut sebagai salah satu nama yang berpotensi maju dalam kontestasi tersebut.
Baca berita dan informasi lainnya mengenai Gianni Infantino, dan Federation Internationale de Football Association (FIFA) dengan mengeklik tautan.



Komentar (0)
Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.
Belum ada komentar.