banner-sheroes-yoga
Pasar Modal

IHSG Turun 6 Hari Beruntun, Asing Net Sell Rp624,72 Miliar

IHSG melemah untuk hari keenam beruntun, seiring aksi jual bersih asing yang tembus Rp624,72 miliar di seluruh pasar pada Rabu (16/9).

IHSG Turun 6 Hari Beruntun, Asing Net Sell Rp624,72 Miliar
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (19/5/2026). Periskop/Arief Rachman
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melemah pada perdagangan Rabu (16/9/2026), melanjutkan tren koreksi selama enam hari berturut-turut. Investor asing mencatatkan aksi jual bersih atau net sell senilai Rp624,72 miliar di seluruh pasar.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dikutip melalui RTI Business, IHSG ditutup turun 24,30 poin atau 0,38% ke level 6.436,85. Pelemahan ini menambah panjang rentetan koreksi indeks sejak awal pekan.

Mayoritas indeks sektoral ikut memerah pada perdagangan tersebut. Sektor IDX Infrastruktur menjadi pemberat utama dengan penurunan 1,39%, disusul IDX Teknologi yang melemah 1,13% dan IDX Barang Konsumer Non-Primer yang turun 1,12%.

Koreksi juga menjalar ke sektor lain. IDX Properti dan Real Estate tergerus 0,78%, IDX Energi 0,62%, IDX Keuangan 0,42%, IDX Barang Baku 0,27%, IDX Kesehatan 0,24%, serta IDX Transportasi dan Logistik 0,14%.

Di tengah pelemahan mayoritas sektor, hanya dua indeks yang berhasil menguat. IDX Perindustrian naik 0,91%, sementara IDX Barang Konsumer Primer bertambah tipis 0,11%.

Sentimen eksternal turut membebani pasar saham domestik. Kenaikan harga minyak global serta proyeksi kenaikan suku bunga The Federal Reserve dinilai berpotensi menekan minat investor terhadap aset berisiko, termasuk saham di Indonesia.

Aktivitas perdagangan tetap ramai meski indeks melemah. Volume transaksi tercatat mencapai 24,43 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp12,12 triliun.

Dari sisi pergerakan saham individual, sebanyak 439 saham menguat, 201 saham melemah, dan 151 saham stagnan. Data ini menunjukkan tekanan jual lebih terkonsentrasi pada saham-saham berkapitalisasi besar yang banyak dipegang asing.

Saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menjadi incaran net sell asing terbesar dengan nilai Rp238,36 miliar. Disusul PT Bumi Resources Tbk (BUMI) sebesar Rp101,96 miliar dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) senilai Rp57,91 miliar.

Sejumlah emiten lain juga masuk daftar net sell terbesar asing, di antaranya PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) Rp50,4 miliar, PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) Rp40,52 miliar, dan PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) Rp27,63 miliar.

Daftar tersebut dilengkapi PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp24,18 miliar, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp24,14 miliar, PT Astra International Tbk (ASII) Rp22,62 miliar, dan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp18,2 miliar.

Dengan koreksi keenam beruntun dan aksi jual bersih asing yang masih signifikan, IHSG tetap berada dalam tekanan pada perdagangan hari ini.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), dan net sell dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.