banner-sheroes-yoga
Komoditas

Harga Emas Dunia Anjlok Usai The Fed Naikkan Suku Bunga

Emas spot turun 1,2% ke US$4.240,1 per ons setelah The Fed menaikkan suku bunga dan memberi sinyal kenaikan lanjutan tahun ini.

Harga Emas Dunia Anjlok Lebih dari 1% Gara-gara Ini
Ilustrasi cadangan emas. Foto/Ilustrasi: Envato
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Harga emas dunia berbalik melemah lebih dari 1% pada perdagangan Rabu, tertekan langkah Federal Reserve (The Fed) menaikkan suku bunga acuan. Bank sentral Amerika Serikat itu juga memberi sinyal masih ada peluang kenaikan lanjutan dalam beberapa bulan mendatang.

The Fed menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin ke kisaran 3,75%-4%. Kenaikan ini menjadi yang pertama sejak Juli 2023, dan bank sentral itu mengisyaratkan kemungkinan kenaikan tambahan masih terbuka tahun ini.

"Fokus utama kami adalah sisi stabilitas harga dari mandat kami. Fakta sederhananya adalah inflasi terlalu tinggi dan sudah berlangsung terlalu lama. Data inflasi pada musim panas ini tidak menunjukkan tren yang mendasarinya telah mengalami perbaikan yang berarti," kata Ketua The Fed Kevin Warsh dalam konferensi pers, Rabu.

Pernyataan Warsh langsung direspons pasar. Dolar AS menguat terhadap euro begitu pengumuman The Fed rampung, membuat emas jadi lebih mahal bagi pembeli yang memakai mata uang selain dolar.

Kondisi itu turut menggerus minat pasar terhadap logam mulia yang memang tidak memberikan imbal hasil. Padahal, sebelum pernyataan Warsh disampaikan, harga emas sempat bertahan usai keputusan suku bunga diumumkan.

Trader logam independen Tai Wong menilai komentar Warsh cenderung hawkish dan memperkuat spekulasi kenaikan suku bunga lanjutan.

"Komentar Warsh dibaca sebagai sinyal hawkish, ditambah proyeksi suku bunga yang juga hawkish. Hal ini memperkuat pandangan bahwa akan ada kenaikan tambahan dalam beberapa pertemuan mendatang. Kondisi tersebut membantu dolar AS dan akan menekan logam dalam jangka pendek," ujar Wong.

Mengutip CNBC, Kamis (17/9), harga emas spot tercatat turun 1,2% menjadi US$4.240,1 per ons pada pukul 15.10 waktu AS.

Pelemahan ini kontras dengan pergerakan sebelumnya. Harga emas sempat melonjak lebih dari 1% dan menyentuh level tertinggi sesi di US$4.365,57, sebelum akhirnya berbalik arah usai pernyataan hawkish Warsh.

Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Desember justru ditutup naik 1,3% menjadi US$4.387,50 per ons, menunjukkan pasar futures merespons berbeda dari pasar spot.

Emas secara tradisional dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi. Namun, kenaikan suku bunga membuat daya tarik logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil itu berkurang di mata investor.

"Komentar Warsh dibaca sebagai sinyal hawkish, ditambah proyeksi suku bunga yang juga hawkish," tutur Wong.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Federal Reserve (The Fed), Harga Emas Dunia, dan Suku Bunga AS dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.