Elnusa Tuntaskan Survei Seismik 6.000 Km Milik PHE
Elnusa melalui anak usahanya menuntaskan survei seismik sepanjang 6.000 km di Laut Selatan Jawa untuk kebutuhan eksplorasi Pertamina Hulu Energi.

Periskop.id - PT Elnusa Tbk (ELSA) menuntaskan Survei Seismik Offshore 2D Southeast Java milik PT Pertamina Hulu Energi (PHE) di Laut Selatan Jawa. Survei sepanjang 6.000 km ini mencakup area laut lepas di enam kabupaten Jawa Timur, yakni Pacitan, Trenggalek, Tulungagung, Blitar, Malang, dan Lumajang.
Pekerjaan ini dijalankan oleh anak usaha ELSA, PT Elnusa Trans Samudera (ETSA). Corporate Secretary PT Elnusa Tbk Rustam Aji menerangkan, ETSA berperan dalam lingkup marine support dengan mengandalkan kesiapan operasional, kompetensi personel, serta pengalaman mendukung kegiatan offshore di wilayah bertingkat kompleksitas tinggi.
"Eksplorasi menjadi salah satu fondasi penting untuk membuka potensi sumber daya energi baru. Bagi Elnusa, meningkatnya aktivitas eksplorasi, termasuk menuju wilayah offshore dan new frontier, juga membuka peluang untuk mengoptimalkan kapabilitas yang telah kami bangun," ujar Rustam dalam keterbukaan informasi BEI, dikutip Kamis (17/9).
Rustam memaparkan, pelaksanaan survei di Laut Selatan Jawa berlangsung dalam dua fase. Skema ini menjadi respons atas tantangan alam berupa gelombang tinggi dan arus bawah laut yang kuat di Samudra Hindia.
Fase pertama dimulai Oktober 2025. Kegiatan dihentikan sementara pada Desember 2025 dengan pertimbangan utama keselamatan kerja.
Setelah kondisi cuaca memungkinkan, pekerjaan kembali dilanjutkan pada Juli 2026. Seluruh rangkaian survei akhirnya rampung pada 26 Agustus 2026.
Sepanjang mendukung kegiatan tersebut, ETSA menjalankan lingkup marine support selama 120 hari. Capaian Zero Lost Time Injury (LTI) diraih perusahaan, mencerminkan konsistensi penerapan HSSE dan operational excellence di lingkungan laut terbuka yang kompleks.
Area Trenggalek-Pacitan berada pada kawasan fore-arc basin yang selama ini dinilai punya tantangan eksplorasi tersendiri. Meski begitu, wilayah tersebut dinilai memiliki potensi akumulasi hidrokarbon yang masih perlu dievaluasi lebih lanjut.
Dalam pelaksanaannya, survei ini menerapkan teknologi akuisisi 2D Marine Streamer Broadband. Teknologi tersebut menghasilkan pencitraan geometri bawah permukaan yang lebih akurat, khususnya untuk target eksplorasi pada kedalaman tinggi atau deep target.
"Ke depan, perseroan akan terus memperkuat daya saing Marine & Offshore Support Services secara selektif dan prudent. Setiap pengembangan kapabilitas dan investasi harus memiliki relevansi terhadap kebutuhan pelanggan, meningkatkan produktivitas dan utilisasi aset, serta memberikan potensi return yang sehat bagi perseroan," tutur Rustam.
Baca berita dan informasi lainnya mengenai PT Elnusa Tbk (ELSA), dan ekspansi dengan mengeklik tautan.

Komentar (0)
Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.
Belum ada komentar.