banner-sheroes-yoga
Pasar Modal

IHSG Berpotensi Melemah usai The Fed Naikkan Suku Bunga

IHSG diproyeksikan melemah usai The Fed menaikkan suku bunga acuan, sementara analis rekomendasikan saham JPFA, MBMA, dan UNVR untuk perdagangan hari ini.

IHSG Berpotensi Melemah usai The Fed Naikkan Suku Bunga
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (8/6/2026). Periskop/Arief Rachman
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan melemah pada perdagangan Kamis (17/9), sehari setelah bank sentral Amerika Serikat The Fed menaikkan suku bunga acuan menjadi 3,75%-4,00%. Sejumlah analis merekomendasikan saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA), PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA), dan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) untuk dicermati investor.

Senior Teknikal Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta memperkirakan IHSG bakal bergerak konsolidasi pada perdagangan hari ini. Menurutnya, pergerakan itu dipengaruhi sentimen kenaikan suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin, yang merupakan kenaikan pertama sejak Juli 2023.

"Kenaikan 25 bps tersebut sebenarnya sudah priced in, sehingga faktor penentu pada 17 September bukan lagi keputusan kenaikannya, melainkan petunjuk ke depan Kevin Warsh dan proyeksi suku bunga berikutnya," kata Nafan dalam risetnya, Kamis (16/9).

Level support IHSG, menurut Nafan, berada di 6.371 dan 6.290, sementara level resistennya di 6.566 dan 6.636. Support merujuk pada area harga yang diyakini sebagai titik terendah, di mana harga saham umumnya kembali naik karena tekanan beli meningkat.

Sebaliknya, resistance adalah level harga yang dinilai sebagai titik tertinggi. Begitu level ini tersentuh, aksi jual biasanya membesar sehingga laju kenaikan harga tertahan.

Nafan menyebutkan, pelaku pasar domestik sebenarnya sudah menyiapkan diri menghadapi respons IHSG terhadap kebijakan The Fed setelah September ini. Pasar, menurutnya, menilai The Fed masih membuka peluang kenaikan suku bunga berikutnya.

Kondisi tersebut membuat tekanan terhadap aset berisiko, termasuk saham-saham di Indonesia, berpotensi berlanjut. Nafan menambahkan, perhatian pelaku pasar turut tertuju pada peluncuran Icomex atau Bursa Mineral dan Komoditas Strategis, dengan timah sebagai komoditas pertama yang diperdagangkan.

Selain itu, mekanisme short selling yang kembali diberlakukan sejak 15 September turut jadi perhatian. Kedua faktor ini disebut berpotensi mengerek aktivitas perdagangan dan likuiditas pasar.

Dari sisi rekomendasi saham, Nafan menjagokan PT Vale Indonesia Tbk (INCO), JPFA, dan MBMA untuk perdagangan hari ini.

Senada, analis BinaArtha Sekuritas Ivan Rosanova menilai IHSG berpotensi melanjutkan koreksi menuju support berikutnya di level 6.290. Ia beralasan, IHSG sudah ditutup di bawah garis SMA-20 selama tiga hari beruntun hingga Rabu.

Ivan merekomendasikan lima saham untuk dicermati, yakni PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), JPFA, dan UNVR.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), IHSG Hari Ini, dan rekomendasi saham dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.