banner-sheroes-yoga
Pasar Modal

The Fed Naikkan Suku Bunga, Wall Street Rontok

The Fed menaikkan suku bunga acuan 25 basis poin ke 3,75-4,00%, memicu bursa saham AS rontok usai Ketua The Fed Kevin Warsh sebut inflasi masih tinggi.

The Fed Naikkan Suku Bunga, Wall Street Rontok
Wall Street di New York City, Amerika Serikat. Foto: Periskop.id-wikimedia/Acediscovery
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Bank Sentral Amerika Serikat (The Federal Reserve/The Fed) menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin ke level 3,75-4,00% pada Rabu (16/9). Keputusan ini langsung menyeret bursa saham Wall Street ke zona merah.

Ketua The Fed Kevin Warsh mengisyaratkan masih ada peluang satu kali kenaikan suku bunga lagi hingga akhir tahun. Ia menegaskan, langkah pengetatan moneter tersebut diperlukan untuk menekan inflasi yang dipicu lonjakan harga minyak dan sejumlah faktor lain.

"Fakta sederhananya adalah inflasi terlalu tinggi dan sudah berlangsung terlalu lama. Data inflasi musim panas ini tidak menunjukkan kepada saya bahwa tren yang mendasarinya telah membaik secara berarti," kata Warsh dalam konferensi pers, Rabu (16/9).

Pernyataan tersebut membuat pasar kembali memperhitungkan kemungkinan pengetatan moneter lebih lanjut. Padahal sebelumnya, pelaku pasar sudah mengantisipasi kenaikan 25 basis poin dan sempat merespons positif jelang pengumuman.

Ketiga indeks utama Wall Street, yakni Dow Jones Industrial Average, S&P 500, dan Nasdaq Composite, sempat menguat dalam perdagangan Rabu. Penguatan itu terjadi sebelum The Fed mengumumkan keputusannya dan Warsh tampil dalam konferensi pers.

Begitu Warsh menyampaikan pandangannya soal inflasi yang belum membaik, arah pasar langsung berbalik. Investor merespons dengan aksi jual di sejumlah saham unggulan.

Dow Jones Industrial Average tercatat anjlok 631,33 poin atau 1,21% ke posisi 51.461,90. Penurunan ini menjadi salah satu koreksi terbesar dalam beberapa pekan terakhir.

S&P 500 ikut melemah 33,92 poin atau 0,45% ke level 7.551,81. Sementara itu, Nasdaq Composite hanya turun tipis 0,01% ke 25.978,43, jauh lebih ringan dibanding dua indeks lainnya.

Kenaikan suku bunga kali ini menjadi yang pertama sejak 2023. Langkah tersebut menandai perubahan sikap The Fed setelah sebelumnya menahan suku bunga dalam beberapa periode terakhir.

Investor kini menanti sinyal lanjutan dari The Fed jelang pertemuan berikutnya. Arah kebijakan moneter AS ke depan akan sangat bergantung pada perkembangan data inflasi dalam beberapa bulan mendatang.

"Fakta sederhananya adalah inflasi terlalu tinggi dan sudah berlangsung terlalu lama," tegas Warsh.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Federal Reserve (The Fed), wall street, dan Suku Bunga AS dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.