banner-sheroes-yoga
Internasional

The Fed Naikkan Suku Bunga ke 3,75-4%, Tertinggi Sejak 2023

The Fed kerek suku bunga acuan 25 basis poin, pertama sejak 2023, demi menekan inflasi yang masih bertahan tinggi di Amerika Serikat.

The Fed Pangkas Suku Bunga, Ekonom: Pasar Lega Tapi Tetap Waspada
The Federal Reserve to control interest rates. Foto: Envato.dok
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Bank Sentral Amerika Serikat, The Fed, menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 3,75-4,00% pada Rabu (16/9). Kenaikan ini menjadi yang pertama sejak 2023, sekaligus menandai perubahan arah kebijakan setelah suku bunga ditahan sejak awal tahun.

Bank sentral itu juga membuka peluang satu kali kenaikan lagi hingga akhir tahun. Keputusan tersebut diambil secara bulat oleh 12 anggota Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) tanpa satu pun suara menolak.

"Faktanya, inflasi masih terlalu tinggi dan sudah berlangsung terlalu lama," ujar Ketua The Fed Kevin Warsh dalam konferensi pers pengumuman kebijakan moneter, Kamis (17/9).

Warsh menegaskan, stabilitas harga tetap jadi fokus utama mandat lembaganya. Ia menilai kondisi itu menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi Negeri Paman Sam ke depan.

"Kami harus yakin bahwa inflasi yang mendasari bergerak menuju target kami secara jelas dan dengan kecepatan yang memadai. Hari ini, FOMC memutuskan bahwa standar tersebut belum terpenuhi," papar Warsh menambahkan.

Dalam rilis resminya, The Fed menyebutkan lonjakan harga minyak dan sejumlah faktor lain turut mendorong tekanan inflasi belakangan ini. Bank sentral itu berharap langkah menaikkan suku bunga bisa mempercepat laju inflasi kembali ke target 2%.

Sebagai catatan, inflasi umum Amerika Serikat tercatat 3,4% secara tahunan pada Agustus 2026, jauh di atas target jangka panjang The Fed.

The Fed sempat mempertahankan suku bunga sejak Januari. Bank sentral itu memilih menunggu untuk menilai dampak guncangan harga energi akibat perang dengan Iran, sekaligus membiarkan efek tarif terhadap harga menyebar ke seluruh perekonomian.

Namun sejak Juli, kian banyak pejabat The Fed mengindikasikan kenaikan suku bunga mungkin diperlukan untuk meredam inflasi. Perang yang masih berlangsung dan harga-harga yang tetap tinggi disebut jadi pertimbangan utama.

Data indeks harga konsumen (CPI) Agustus yang dirilis Jumat menunjukkan angka 3,4%, tidak berubah dari bulan sebelumnya. AFP melaporkan, angka tersebut masih jauh di atas target jangka panjang The Fed sebesar 2%.

"Kebijakan yang diambil hari ini diharapkan dapat mendukung kembalinya inflasi ke target The Fed sebesar 2% secara lebih cepat," tulis The Fed dalam rilis resminya.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Federal Reserve (The Fed), FOMC, dan Suku Bunga AS dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.