banner-sheroes-yoga
Pasar Modal

IHSG Melemah 0,33% ke 6.441 di Akhir Pekan, Jumat (18/9)

IHSG kembali merah di akhir pekan usai sempat rebound sehari sebelumnya, dengan saham SCMA dan EMTK jadi pemberat utama di jajaran LQ45.

IHSG Melemah 0,33% ke 6.441 di Akhir Pekan, Jumat (18/9)
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (19/5/2026). Periskop/Arief Rachman
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,33% atau terpangkas 21,27 poin ke level 6.441,15 pada perdagangan Jumat (18/9/2026). Koreksi ini terjadi setelah IHSG sempat rebound sehari sebelumnya.

Dalam sepekan terakhir, indeks acuan Bursa Efek Indonesia (BEI) ini tercatat turun 1,53%. Pelemahan pada akhir pekan turut menyeret hampir seluruh indeks sektoral ke zona merah.

Sektor perindustrian mencatat koreksi terdalam sebesar 1,64%. Disusul sektor properti dan real estate yang melemah 1,44%, kemudian sektor kesehatan 1,12%, keuangan 0,93%, dan transportasi 0,91%.

Sektor barang konsumer primer juga ikut terkoreksi 0,85%, diikuti infrastruktur 0,82%, energi 0,51%, dan barang konsumer non primer 0,16%. Hanya sektor teknologi yang mampu bertahan di zona hijau dengan penguatan 0,27%.

Total volume perdagangan saham di BEI pada akhir pekan ini mencapai 30,92 miliar lembar saham. Nilai transaksinya tercatat Rp18,94 triliun.

Dari sisi pergerakan saham, tercatat 442 saham melemah, 204 saham menguat, dan 144 saham stagnan sepanjang perdagangan Jumat.

Di jajaran indeks LQ45, PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) menjadi top losers dengan penurunan 6,12% ke level Rp184 per saham. Posisi kedua ditempati PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) yang anjlok 5,26% ke Rp468 per saham.

PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) melengkapi jajaran top losers LQ45 dengan koreksi 4,49% ke Rp4.680 per saham. Ketiga saham ini menjadi pemberat utama pergerakan indeks unggulan sepanjang perdagangan.

Di sisi lain, tidak semua saham LQ45 ikut terkoreksi. PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) justru tercatat sebagai top gainers dengan kenaikan 4,81% ke Rp545 per saham.

Posisi kedua top gainers ditempati PT Vale Indonesia Tbk (INCO) yang naik 3,85% ke Rp4.860 per saham. Sementara PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) melengkapi daftar dengan kenaikan 3,29% ke Rp2.200 per saham.

Pergerakan variatif di jajaran LQ45 ini menunjukkan sentimen pasar yang tidak seragam di akhir pekan, meski mayoritas sektor tercatat melemah. Saham-saham berbasis komoditas mineral seperti MBMA dan INCO justru menjadi penopang di tengah koreksi indeks secara keseluruhan.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai IHSG Hari Ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), dan LQ45 dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.