iklan periskop
Saham

IHSG Tersungkur Jelang Akhir Tahun, Net Sell Asing Tembus Rp18,36 Triliun

Perdagangan saham BEI periode 22-24 Desember 2025 melemah. IHSG terkoreksi 0,83% dan investor asing masih mencatat net sell Rp18,36 triliun sepanjang 2025.

7 bulan yang lalu · 2 mnt baca
IHSG 21 November Nyangkut di Zona Merah, Tertahan di Level Segini
Ilustrasi grafik pasar saham. Foto: Envato
Ukuran teks
Sedang

periskop.id - Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada periode 22 hingga 24 Desember 2025 ditutup melemah. Sejumlah indikator utama pasar tercatat mengalami penurunan dibandingkan pekan sebelumnya, mencerminkan sikap kehati-hatian investor menjelang penutupan tahun.

Merujuk data Bursa, asing membukukan beli bersih (net buy) sebesar Rp2,45 triliun per 24 Desember 2025. Namun sepanjang 2025, investor asing masih mencatatkan jual bersih (net sell) senilai Rp18,36 triliun.

Data perdagangan juga menunjukkan pelemahan merata, baik dari sisi pergerakan indeks, nilai transaksi, hingga volume perdagangan. Kondisi ini menunjukkan pelaku pasar cenderung mengambil posisi wait and see, seiring minimnya sentimen baru yang mampu mendorong penguatan pasar saham domestik dalam jangka pendek.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat terkoreksi 0,83% selama 22-24 Desember 2025 dan ditutup di level 8.537,911. Posisi tersebut lebih rendah dibandingkan penutupan pekan sebelumnya di level 8.609,551, sekaligus menandai berakhirnya tren penguatan yang sempat terjadi.

Sejalan dengan pelemahan indeks, kapitalisasi pasar BEI juga mengalami penyusutan. Kapitalisasi pasar tercatat turun 1,17% menjadi Rp15.603 triliun, dibandingkan Rp15.788 triliun pada pekan sebelumnya yang mencerminkan berkurangnya nilai saham secara agregat di tengah melemahnya sentimen pelaku pasar.

Selanjutnya, aktivitas transaksi harian pun turut tergerus. Rata-rata frekuensi transaksi harian menurun 2,23% menjadi 2,74 juta kali transaksi, dari sebelumnya 2,80 juta kali transaksi.

Tekanan yang lebih dalam terlihat pada rata-rata volume transaksi harian. Selama periode tersebut, volume transaksi anjlok 18,44% menjadi 38,34 miliar lembar saham, turun signifikan dari 47 miliar lembar saham pada pekan sebelumnya. 

Tak hanya itu, rata-rata nilai transaksi harian BEI juga mengalami koreksi cukup tajam. Nilai transaksi harian turun 30,91% menjadi Rp23,70 triliun, dari Rp34,30 triliun pada pekan sebelumnya.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai IHSG sepekan, Investor asing, net sell, net buy, Bursa Efek Indonesia (BEI), dan pasar modal dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.