periskop.id - PT Multisarana Intan Eduka Tbk (MSIE) telah merealisasikan penggunaan dana hasil penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) sebesar Rp32,84 miliar per 31 Desember 2025. Besaran realisasi itu hampir menyentuh total dana yang dikantongi saat IPO senilai Rp36 miliar.
Corporate Secretary PT Multisarana Intan Eduka Tbk Catharina Siena DU Sunaryo menerangkan, mayoritas dana tersebut sebagaian sudah digunakan untuk pengadaan lahan senilai Rp9,64 miliar.
"Langkah ini menjadi bagian dari strategi ekspansi MSIE untuk memperluas jangkauan bisnis pendidikan dan mendukung pertumbuhan jangka panjang," ungkap Catharina dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (12/1).
Tak hanya untuk ekspansi fisik, Catharina mengungkapkan perseroan juga menyalurkan Rp8,21 miliar dana IPO untuk modal kerja. Alokasi ini membantu memperkuat operasional harian, memastikan aktivitas bisnis berjalan lancar, dan mendukung target pertumbuhan yang ambisius.
Selanjutnya, Rp4,99 dana IPO telah dialokasikan untuk meningkatkan modal guna membayar utang. Secara total dana yang direalisasikan sebesar Rp32.841.983.356. Dengan demikian,dana hasil IPO MSIE yang tersisa saat ini adalah Rp401.831.
Sebagaimana diketahui, MSIE resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia pada 10 Agustus 2023. Dalam IPO yang digelar 2 hingga 8 Agustus 2023, perseroan melepas 360 juta saham atau setara 24,66% dari modal ditempatkan dan disetor penuh, dengan harga saham perdana Rp100 per lembar.
Selain itu, MSIE memberikan bonus Waran Seri I dengan rasio 2:1. Artinya, setiap pembelian dua saham, investor berhak memperoleh satu waran gratis dengan harga pelaksanaan Rp250 per saham. Skema ini diharapkan mampu meningkatkan minat investor dan mendukung likuiditas saham di pasar.
Tinggalkan Komentar
Komentar