Periskop.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah lebih dari 1% pada perdagangan Jumat (24/7) pagi. Hingga pukul 09.46 WIB, IHSG turun 85,01 poin atau 1,34% ke level 6.229,03.
Head of Retail Research MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memperkirakan koreksi ini masih berpotensi berlanjut. Ia memproyeksikan pergerakan IHSG akan berada di kisaran support 6.296 dan resistance 6.366.
"Kami perkirakan IHSG rawan koreksi dengan support di 6.296 dan resistance di 6.366," kata Herditya, dikutip Jumat (24/7).
Herditya menjelaskan, potensi aksi ambil untung atau profit taking dari investor masih cukup besar. Ia menambahkan, pelaku pasar juga tengah mencermati perkembangan konflik di Timur Tengah yang mendorong kenaikan harga minyak dan emas dunia.
Pelemahan IHSG turut menyeret mayoritas indeks sektoral pagi ini. Sektor barang konsumen siklikal menjadi yang paling tertekan dengan koreksi 2,51%.
Sektor infrastruktur menyusul dengan pelemahan 2,03%, sementara sektor barang baku terkoreksi 1,79%. Ketiga sektor ini mencatat penurunan terdalam dibanding sektor lain.
Dari sisi jumlah saham, tercatat 89 saham menguat, 543 saham melemah, dan 107 saham stagnan hingga pukul 09.46 WIB. Kondisi ini menunjukkan tekanan jual masih mendominasi perdagangan pagi.
Total volume perdagangan saham di bursa mencapai 14,10 miliar saham hingga pukul 09.46 WIB. Nilai transaksi tercatat sebesar Rp6,06 triliun.
Di tengah kondisi pasar yang tertekan, Herditya membagikan sejumlah rekomendasi saham yang bisa dicermati investor. Ia menyebut BBRI pada kisaran Rp3.120 hingga Rp3.180 per saham sebagai salah satu pilihan.
Selain BBRI, Herditya juga merekomendasikan saham EMAS di rentang Rp6.450 hingga Rp6.700 per saham. Saham EXCL turut masuk daftar rekomendasi pada level Rp2.660 hingga Rp2.740 per saham.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar