Periskop.id - PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) membukukan volume produksi batubara sebesar 19,45 juta ton sepanjang semester I-2026. Anggota Holding BUMN Pertambangan MIND ID ini juga mencatat realisasi penjualan mencapai 21,10 juta ton, didukung level persediaan yang optimal.
Direktur Utama Bukit Asam Bambang Ismawan menjelaskan, capaian operasional tersebut mencerminkan komitmen perusahaan menjaga kesinambungan produksi dan pasokan batubara ke pelanggan. Di tengah dinamika pasar dan harga batubara, ia menyebutkan, PTBA tetap menjaga keandalan operasional sembari memperkuat rantai pasok.
"Pencapaian ini menjadi pondasi penting bagi Perseroan untuk terus menciptakan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan," terang Bambang melalui keterangan tertulis, Jumat (24/7).
Dari sisi distribusi penjualan, pasar domestik menyerap 10,77 juta ton batubara PTBA atau sekitar 51% dari total penjualan. Sisanya, 10,33 juta ton atau 49%, mengalir ke pasar ekspor.
Penjualan ekspor tercatat tumbuh sekitar 5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Permintaan dari sejumlah negara tujuan seperti Vietnam, Bangladesh, Kamboja, India, hingga Thailand disebut masih kuat menopang pertumbuhan tersebut.
Kendati ekspor meningkat, Bambang menegaskan pemenuhan kebutuhan pasar domestik tetap jadi prioritas utama PTBA, termasuk untuk mendukung ketahanan energi nasional. Penjualan kepada Grup PLN saja tercatat mencapai 7,78 juta ton hingga semester I-2026.
Secara total, realisasi penjualan untuk kebutuhan Domestic Market Obligation (DMO) mencapai sekitar 55% dari total produksi. Angka ini jauh melampaui ketentuan minimal DMO sebesar 25% yang ditetapkan pemerintah.
"Hal ini menunjukkan komitmen PTBA dalam menjaga pasokan batu bara bagi kebutuhan energi nasional, sembari tetap mengoptimalkan peluang di pasar ekspor," tegas Bambang.
Dari sisi angkutan, PTBA mengangkut 18,15 juta ton batubara hingga Juni 2026, dengan 17,47 juta ton di antaranya melalui jalur kereta api. Bambang menilai, capaian ini mencerminkan dukungan infrastruktur logistik yang andal terhadap kelancaran distribusi batubara perusahaan.
PTBA juga terus menerapkan selective mining untuk menjaga efektivitas kegiatan penambangan, menurut Bambang. Hingga semester I-2026, perusahaan membukukan stripping ratio sebesar 5,26 kali, masih berada dalam kisaran target tahunan sebesar 5,63 kali.
Untuk mendukung keberlanjutan operasional, PTBA terus merealisasikan belanja modal yang dialokasikan bagi pengembangan infrastruktur logistik. Proyek angkutan batubara Tanjung Enim-Kramasan serta pembangunan Inpit Conveyor Banko menjadi bagian dari upaya meningkatkan kinerja operasional perusahaan secara berkelanjutan.
"Memasuki Semester II 2026, PTBA akan terus memperkuat keandalan operasional, menjaga efisiensi biaya, mengoptimalkan pasar domestik maupun ekspor, serta melanjutkan berbagai proyek strategis guna mendukung pertumbuhan Perseroan secara berkelanjutan di tengah dinamika industri batubara global," tutup Bambang.
Tinggalkan Komentar
Komentar