Periskop.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,89% atau 55,20 poin ke level 6.130 pada perdagangan Selasa (28/7). Pelemahan ini turut menyeret saham-saham milik Grup Bakrie yang kompak berguguran.
Sebanyak 360 saham berakhir di zona merah, sementara 265 saham menguat dan 172 lainnya stagnan. Komposisi ini menunjukkan tekanan jual lebih mendominasi perdagangan hari itu.
Saham-saham Grup Bakrie tercatat rontok bersamaan. PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) anjlok paling dalam, disusul PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dan PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) yang sama-sama terkoreksi.
Saham ENRG ambruk 8,83% ke level Rp1.290. Penurunan ini menempatkan ENRG sebagai salah satu saham dengan koreksi terdalam hari itu.
Di sisi lain, saham BUMI turun 2,94% ke Rp165, sementara BRMS terkoreksi 3,48% ke level 555. Ketiga saham tersebut menambah panjang daftar saham grup konglomerasi yang tertekan.
Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), volume transaksi hari itu mencapai 24,96 miliar saham dengan frekuensi 1,67 juta kali. Kapitalisasi pasar tercatat Rp10.775 triliun, sedangkan total nilai transaksi mencapai Rp10,79 triliun.
Dari sebelas sektor yang tercatat di BEI, sepuluh di antaranya berakhir melemah. Sektor properti mencatat penurunan paling dalam, yakni 3,25%.
Saham PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) anjlok 8,57% ke Rp32. PT Sentul City Tbk (BKSL) ikut terkoreksi 2,94% ke Rp66, sementara PT Ciputra Development Tbk (CTRA) turun 1,75% ke Rp560.
Sektor energi turut melemah pada hari yang sama. Saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) turun 2,9% ke Rp670, sedangkan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) terkoreksi 2,94% ke Rp165.
Tekanan jual di bursa domestik sejalan dengan pergerakan sebagian besar indeks kawasan Asia yang juga ditutup melemah. Indeks Nikkei Jepang anjlok 3,83% ke level 62.446 dan Shanghai Composite turun 1,16% ke 3.813, sementara Hang Seng justru naik 0,41% ke 25.310.
Di tengah pelemahan mayoritas saham, sejumlah emiten justru mencatat penguatan signifikan. PT Bach Multi Global Tbk (BACH) naik 10,28% ke Rp590, PT Rans Entertainment Indonesia Tbk (RANS) menguat 8,74% ke Rp224, dan PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) naik 5,65% ke Rp5.050.
Sebaliknya, PT Arkora Hydro Tbk (ARKO) memimpin daftar top losers dengan penurunan 10,24% ke Rp4.600. ENRG juga masuk daftar ini dengan koreksi 8,83%, disusul PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX) yang turun 8,04% ke Rp1.315.
Tinggalkan Komentar
Komentar