Periskop.id - Ancaman kejahatan siber berbasis data kini makin mengintai pengguna ponsel. Masyarakat diimbau untuk tak asal menekan tautan maupun mengunduh aplikasi sembarangan. 

Imbauan ini diberikan guna menghindari risiko pencurian data pribadi dan kerugian finansial akibat penyebaran malware berformat .APK.

Modus penipuan ini dilakukan dengan cara menyebarkan file aplikasi palsu kepada targetnya. Ketika file .APK tersebut berhasil terpasang di perangkat, sistem berbahaya akan bekerja mencuri data sensitif pengguna, seperti password, PIN, kode OTP, hingga akses mobile banking.

Dampak terburuk dari ancaman malware ini adalah pengambilalihan akun pribadi oleh pelaku penipuan. 

Setelah menguasai akses, pelaku dapat melakukan transaksi ilegal tanpa sepengetahuan atau persetujuan korban. Satu klik sembarangan dapat membuat data berharga langsung menjadi incaran penjahat siber.

Pengguna dapat mendeteksi percobaan penipuan ini dengan memperhatikan beberapa ciri utama, meliputi:

  • Pesan atau chat dikirim dari nomor maupun akun yang tak dikenal.
  • Pesan dikirimkan dalam bentuk file .APK, bukan berupa tautan atau link dari aplikasi resmi.
  • Pesan mengarahkan pengguna untuk melakukan proses download di luar platform resmi.
  • Isi pesan mengandung unsur pemaksaan atau bersifat mendesak, seperti tulisan "Cek sekarang" atau "Akun anda akan diblokir!..".

Langkah Efektif Melindungi Data dan Perangkat

Guna menghindari risiko bahaya siber ini, terdapat sejumlah langkah pencegahan yang wajib diterapkan oleh pengguna.

Pengguna disarankan untuk selalu memastikan setiap informasi yang diterima berasal dari sumber resmi dan terverifikasi. Selain itu, proses unduh aplikasi hanya boleh dilakukan melalui platform resmi seperti Play Store atau App Store. 

Apabila menerima kiriman file berformat .APK dari sumber tak dikenal, pengguna diminta langsung menghapusnya tanpa perlu membuka file tersebut.

Langkah perlindungan tambahan juga mencakup pembatasan izin akses. Pengguna diimbau tak memberikan izin akses aplikasi mencurigakan ke SMS, kontak, notifikasi, lokasi, maupun ruang penyimpanan perangkat. Terakhir, perbarui aplikasi dan sistem operasi perangkat secara rutin guna memperkuat sistem pertahanan dari serangan malware.