Periskop.id - Pernahkah Anda mengalami situasi di mana ponsel Anda tiba-tiba kehilangan sinyal secara total dan nomor telepon tidak bisa digunakan sama sekali? 

Jangan buru-buru menganggap hal itu sebagai gangguan jaringan biasa. Kondisi tersebut bisa jadi merupakan indikasi awal bahwa Anda sedang menjadi target kejahatan digital yang dikenal sebagai SIM swap fraud.

Kejahatan ini merupakan modus penipuan yang dilakukan dengan cara mengambil alih nomor ponsel korban melalui kartu SIM baru yang dikuasai oleh penipu. 

Ketika nomor ponsel sudah berhasil dikloning atau dialihkan, penipu dapat dengan mudah menerima kode One-Time Password (OTP) serta mengakses berbagai akun penting milik korban.

Cara Kerja Pelaku Mengambil Alih Nomor Ponsel Korban

Aksi penipuan siber ini tak terjadi dalam sekejap, melainkan melalui beberapa tahapan sistematis yang memanfaatkan kelengahan korban dan celah keamanan. Berikut adalah alur bagaimana modus ini bekerja di lapangan:

  • Pelaku mengumpulkan data pribadi korban terlebih dahulu melalui metode phishing, memanfaatkan kebocoran data yang marak terjadi, atau mencari sumber informasi lainnya.
  • Setelah data pribadi korban terkumpul, penipu akan berpura-pura menjadi pemilik sah nomor tersebut dan mendatangi atau menghubungi operator seluler untuk meminta kartu SIM baru.
  • Begitu operator menerbitkan kartu SIM baru tersebut, nomor ponsel korban otomatis berpindah ke kartu SIM yang dipegang pelaku. Dampaknya, korban tidak bisa lagi menerima SMS maupun panggilan di ponsel mereka.
  • Tahap akhir dari modus ini adalah masuknya kode OTP ke kartu SIM yang dikuasai pelaku, sehingga akun digital korban berada dalam risiko besar untuk diakses dan disalahgunakan.

Ciri Awal dan Dampak Fatal Pengambilalihan Akses Digital

Masyarakat diimbau untuk mengenali ciri awal jika kartu SIM mulai terindikasi dibajak. Beberapa tanda yang harus diwaspadai antara lain sinyal mendadak hilang dalam waktu yang sangat lama, serta kode OTP atau SMS yang tak masuk seperti biasanya. 

Selain itu, Anda harus waspada jika menerima notifikasi pergantian kartu SIM yang tak pernah Anda lakukan sendiri, atau ketika kartu SIM tiba-tiba sama sekali tidak bisa digunakan.

Jika nomor ponsel sudah sepenuhnya dikuasai oleh penipu, dampaknya bisa sangat fatal karena pelaku dapat membuka pintu akses ke banyak akun penting. Kode OTP yang bocor akan digunakan pelaku untuk meretas akun. 

Akibatnya, akun media sosial bisa diambil alih untuk modus penipuan baru atau menyebarkan hal berbahaya. Tak hanya itu, data pribadi korban akan dicuri untuk tindak kejahatan lain, dan yang paling mengerikan adalah saldo rekening bank menjadi terancam karena penipu dapat mengakses layanan perbankan digital untuk melakukan transaksi tanpa izin.

Langkah Melindungi Diri dari Ancaman Penipuan Kartu SIM

Guna menghindari kerugian moral dan material yang besar, ada beberapa langkah mitigasi yang bisa diterapkan oleh setiap pengguna ponsel untuk melindungi diri

  • Jangan pernah membagikan kode OTP, PIN, maupun data pribadi lainnya kepada siapa pun tanpa terkecuali.
  • Aktifkan fitur keamanan tambahan berupa Two-Factor Authentication (2FA) yang berbasis aplikasi seperti authenticator.
  • Segera hubungi pihak operator seluler jika nomor ponsel Anda tiba-tiba tidak aktif atau kehilangan sinyal dalam kurun waktu yang lama.
  • Jika Anda menemukan adanya indikasi kuat penipuan, segera laporkan kejadian tersebut ke penyedia layanan terkait atau pihak berwenang guna pemblokiran akun.