periskop.id - Tepat hari ini, 3 Desember 2025, dunia sedang memperingati Hari Disabilitas Internasional. Peringatan ini menjadi momen penting untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian terhadap penyandang disabilitas. Siapa pun berhak mendapatkan perlakuan dan kesempatan yang setara untuk ikut berpartisipasi dalam kehidupan sosial, pendidikan, dan pekerjaan tanpa membeda-bedakan.

Sayangnya, masih banyak orang yang menganggap kalau disabilitas itu hanya berkaitan dengan kelainan fisik. Padahal, disabilitas mencakup berbagai kondisi yang memengaruhi seseorang dalam beraktivitas dan bersosialisasi.

Untuk itu, memahami definisi disabilitas dan mengenal jenis-jenisnya bisa menjadi langkah penting untuk menumbuhkan sikap empati dan kepedulian terhadap penyandang disabilitas. Dengan memiliki pemahaman yang tepat, masyarakat bisa mendukung hak-hak mereka untuk mengakses pendidikan, pekerjaan, dan layanan publik.

Pengertian Disabilitas

Melansir dari situs CDC, disabilitas merupakan kondisi ketika tubuh atau pikiran seseorang mengalami hambatan sehingga sulit menjalani aktivitas atau interaksi dengan lingkungan sekitar.

Penyandang disabilitas sering kali dianggap hanya memiliki keterbatasan pada fisik. Padahal, disabilitas punya kondisi yang berbeda-beda. Bahkan, dua orang yang memiliki kondisi disabilitas yang sama bisa memiliki dampak yang berbeda.

Menurut WHO, disabilitas memiliki beragam keterbatasan, di antaranya:

  1. Gangguan pada struktur tubuh atau fungsi tubuh dan fungsi mental (Impairment), seperti kehilangan anggota tubuh, kehilangan penglihatan, atau kehilangan ingatan.
  2. Keterbatasan melakuan aktivitas (Activity Limitations), seperti kesulitan melihat, mendengar, berjalan, ataupun memecahkan masalah.
  3. Keterbatasan dalam melakukan kegiatan sehari-hari (Participation Restrictions), seperti hambatan dalam bekerja, mengikuti aktivitas sosial, dan mengakses layanan publik.

Faktor Penyebab Terjadinya Disabilitas

Terdapat beberapa faktor yang memengaruhi terjadinya disabilitas, di antaranya:

  • Faktor bawaan lahir yang memengaruhi fungsi tubuh di kemudian hari, seperti masalah kognitif, mobilitas, penglihatan, pendengaran, perilaku, dan lainnya. Kondisi ini pun disebabkan beberapa hal, seperti gangguan satu jenis gen, gangguan kromosom (down syndrome), paparan infeksi atau zat berbahaya (alkohol atau rokok) pada ibu yang sedang hamil.
  • Masalah yang muncul ketika masa perkembangan anak, seperti autisme dan Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD).
  • Mengalami cedera, seperti cedera otak traumatis atau cedera tulang belakang.
  • Penyakit dengan kondisi kronis yang bisa menyebabkan kehilangan penghilangatan, kerusakan saraf, atau kehilangan anggota tubuh.

Jenis-Jenis Disabilitas

Berdasarkan pasal 1 UU Nomor 8 Tahun 2016 tentang penyandang disabilitas menyatakan bahwa penyandang disabilitas adalah setiap orang yang mengalami keterbatasan fisik, intelektual mental, dan sensorik dalam jangka waktu lama yang dalam berinteraksi dengan lingkungan dapat mengalami hambatan dan kesulitan untuk berpartisipasi secara penuh dan efektif dengan warga negara lainnya berdasarkan kesamaan hak.

Kemudian, di dalam pasal 4 dijelaskan lebih lanjut jenis-jenis disabilitas tersebut.

  1. Disabilitas Fisik
    Disabilitas fisik adalah keterbatasan dalam fungsi gerak yang diakibatkan karena amputasi, lumpuh layuh atau kaku, Celebral Palsy (CP), stroke, kusta, dan orang kecil.
  2. Disabilitas Intelektual
    Disabilitas intelektual adalah hambatan dalam fungsi pikir karena tingkat kecerdasan di bawah rata-rata, seperti lambat belajar, disabilitas grahita, dan down syndrom.
  3. Disabilitas Mental
    Disabilitas mental adalah hambatan fungsi pikir, emosi, dan perilaku. Macam-macam disabilitas ini, seperti psikososial (skizofrenia, bipolar, depresi, gangguan kecemasan, gangguan kepribadian) dan disabilitas perkembangan (autis dan hiperaktif).
  4. Disabilitas Sensorik
    Disabilitas sensorik adalah gangguan yang terjadi pada fungsi panca indra, seperti disabilitas netra, disabilitas rungu, disabilitas wicara.
  5. Disabilitas Ganda
    Disabilitas ganda adalah individu yang mengalami dua atau lebih raga disabilitas, seperti disabilitas rungu-wicara dan disabilitas netra-tuli

Itulah dia pengertian disabilitas beserta penyebab dan jenis-jenisnya. Dengan memahami lebih dalam tentang disabilitas, kita bisa lebih menghargai kondisi para penyandang disabilitas dan juga mendukung hak-hak yang setara.