periskop.id - Konfederasi Sepak Bola Asia atau Asian Football Confederation (AFC) resmi meluncurkan turnamen internasional baru yang bernama AFC Nations League. Kompetisi ini didirikan setelah AFC melakukan evaluasi internal dan berdiskusi dengan federasi-federasi anggotanya.
AFC menilai penyelenggaraan laga FIFA Matchday semakin menimbulkan permasalahan, mulai dari sulitnya menemukan lawan yang sesuai hingga tingginya biaya logistik, akomodasi, dan perjalanan. Kondisi tersebut mendorong AFC untuk membuat format turnamen yang lebih menarik dan mampu menghadirkan persaingan yang lebih kompetitif.
Melalui AFC Nations League, tim nasional dari federasi anggota diharapkan bisa menjalani pertandingan internasional yang lebih terstruktur dan terencana. Turnamen ini akan diikuti oleh 47 negara anggota AFC, termasuk Indonesia.
Hal yang Mendasari Pembentukan Turnamen AFC Nations League
Secara konsep, format AFC Nations League mengadopsi UEFA Nations League yang lebih dulu diterapkan di Eropa sejak musim perdananya pada 2018/2019. Dalam ajang tersebut, setiap negara peserta dibagi ke dalam beberapa divisi dengan sistem promosi dan degradasi. Setiap divisi memiliki trofi yang diberikan kepada negara yang berhasil menjuarai turnamen tersebut. Kehadiran UEFA Nations League pun membuat negara-negara Eropa tidak perlu lagi memikirkan agenda FIFA Matchday.
Format serupa juga diterapkan oleh Konfederasi Sepak Bola Amerika Utara, Tengah, dan Karibia (Confederation of North, Central American and Caribbean Association Football, CONCACAF). Lewat kompetisi ini, negara-negara anggota CONCACAF mendapatkan kesempatan tampil di level internasional dengan jadwal yang lebih terencana dan stabil.
Berangkat dari situlah, AFC pun ingin menghadirkan kompetisi sejenis di Asia. Sekretaris Jenderal AFC, Datuk Seri Windsor, mengatakan bahwa AFC Nations League merupakan bentuk komitmen jangka panjang konfederasi untuk mendorong peningkatan kualitas sepak bola di negara-negara anggota. Melalui kompetisi ini, setiap tim nasional diharapkan memiliki akses yang lebih luas terhadap pertandingan internasional yang berkualitas.
Dampak yang Diperoleh
Kehadiran AFC Nations League tidak hanya berdampak pada manfaat olahraga, tapi juga berdampak dari sisi komersial. Kompetisi ini diyakini mampu meningkatkan nilai komersial sekaligus menarik minat penggemar dan mitra strategis.
Antusiasme dari penggemar, penyiar, hingga berbagai pemangku kepentingan bisa menciptakan efek komersial yang lebih kuat. Apalagi, sepakbola menjadi olahraga yang sangat diminati oleh seluruh penggemar global sehingga kesempatan memperoleh nilai komersial yang lebih tinggi pun semakin terbuka lebar.
Bagaimana Format Kompetisi dan Kapan Dimulainya?
Mengenai format kompetisi dan waktu peluncurannya, Sekretaris Jenderal AFC, Datuk Seri Windsor, menyampaikan bahwa hal tersebut masih akan dibahas lebih lanjut melalui komite AFC serta konsultasi dengan para pemangku kepentingan sebelum akhirnya akan diumumkan secara resmi.
“Rincian mengenai format, jadwal, dan implementasi kompetisi akan dibahas melalui komite AFC terkait serta konsultasi dengan para pemangku kepentingan, dan akan diumumkan pada waktu yang tepat,” ujar Windsor.
Tinggalkan Komentar
Komentar