periskop.id - Pernah ngobrol lewat chat sama teman atau pacar, tapi balasannya super singkat dan datar? Balasan hanya “Oke,” “Ya,”, “Haha” atau bahkan hanya dibalas dengan stiker aja. Balasan chat yang singkat itu bisa disebut dry text.  Meski terdengar sepele, dry text bisa bikin komunikasi terasa hambar atau bahkan bikin kamu bingung harus menanggapi apa. Banyak orang yang merasakan hal itu. Jadi kali ini, kita akan bahasa apa itu dry text.

Apa Itu Dry Text?

Dry text adalah istilah untuk kondisi ketika seseorang membalas chat dengan jawaban pendek, seadanya, dan terasa dingin. Biasanya, chat tersebut memiliki kesan yang nggak terlalu niat ngobrol, cuma balas supaya nggak kelihatan nganggur atau nggak sopan, tanpa ingin lanjut ngobrol panjang.

Contohnya balasan seperti “Oke.”, “Ya.”, “Haha.”, atau “Gpp.” yang dikirim tanpa tambahan penjelasan apa pun sering dianggap sebagai dry text karena jawabannya singkat, datar, dan bikin obrolan terasa berhenti begitu saja.

Dalam percakapan, dry text bisa bikin obrolan terasa hambar, apalagi kalau kamu berharap lawan bicara lebih aktif atau antusias. Hal ini bisa muncul kapan saja, baik dengan teman, pacar, atau rekan kerja. Balasan yang terasa singkat biasanya menunjukkan kurangnya minat atau keterlibatan, bahkan kadang jadi tanda ada masalah komunikasi.

Ciri-Ciri Dry Text

1. Pesan Singkat dan Padat

Ciri khas dry text adalah balasan yang super singkat, kadang cuma satu atau dua kata, seperti “Ok,” “Iya,” “Gpp,” atau “Baik.” Pesan semacam ini nggak ngajak ngobrol lebih lanjut dan bikin obrolan cepat berhenti.
2. Jarang Ada Pertanyaan

Percakapan yang seru biasanya ada pertanyaan untuk bikin lawan bicara cerita lebih banyak.Dry text jarang banget mengandung pertanyaan atau ajakan ngobrol, jadi balasannya terasa datar dan nggak memancing interaksi lebih jauh.
3. Kurang Ekspresi Emosi
Dry text biasanya datar dan nggak menunjukkan perasaan, entah senang, kesal, atau peduli. Jarang pakai emotikon, tanda seru (!), atau cara lain yang bisa bikin pesan terasa hidup, jadi obrolannya terkesan kaku dan nggak personal.
4. Balasan Lambat atau Jarang
Orang yang dry text sering merespons lama atau bahkan jarang membalas. Mereka bisa saja membaca pesanmu, tapi nggak ada dorongan untuk ikut ngobrol lebih seru atau aktif.
5. Terasa Terpaksa
Balasan dry text kadang terdengar seperti cuma formalitas, misalnya “Ya, saya mengerti,” “Oke, kalau gitu,” atau “Tidak masalah.” Nada negatif nggak ada, tapi minat untuk ngobrol lebih lanjut juga nggak terasa.
6. Tidak Mengikuti Alur Percakapan
Dalam dry text, percakapan sering berhenti tiba-tiba, nggak nyambung dengan topik sebelumnya, atau lawan bicara tiba-tiba ganti topik tanpa alasan yang jelas.
7. Kurang Usaha Membalas Mendalam
Orang yang dry text biasanya nggak banyak usaha untuk bikin obrolan berkembang. Jawabannya singkat, minim detail, dan jarang ngajak lawan bicara terlibat lebih jauh.

Kenapa Bisa Terjadi Dry Text

Ada beberapa alasan kenapa orang bisa mengirim dry text.

1. Kurang Tertarik
Kadang jawabannya datar karena mereka memang nggak terlalu tertarik baik sama topik obrolanmu, maupun sama kamu secara pribadi.
2. Sedang Sibuk
Mereka mungkin lagi fokus dengan pekerjaan atau urusan pribadi, jadi susah konsentrasi untuk ngobrol panjang.
3. Lelah atau Overload Pesan
Kalau terlalu banyak menerima pesan, mereka bisa jadi membalas singkat untuk jaga jarak atau sekadar menuntaskan obrolan tanpa terlalu banyak terlibat.

Cara Mengatasi Dry Text

Menghadapi orang yang suka mengirim pesan singkat memang kadang bikin bingung. Berikut beberapa cara yang bisa dicoba.

1. Jujur tapi Tetap Sopan

Kalau balasan singkat bikin bingung atau menghambat obrolan, coba tanyakan dengan santai apakah semuanya baik-baik saja atau ada hal yang mengganggu mereka.

2. Jangan Cepat Menyimpulkan
Ada banyak alasan kenapa seseorang membalas pesan singkat. Sebaiknya pertimbangkan dulu berbagai kemungkinan sebelum langsung menarik kesimpulan.

3. Coba Menyesuaikan Gaya Balasan
Kadang meniru gaya balasan mereka yang singkat bisa jadi cara halus untuk menunjukkan bagaimana rasanya ngobrol dengan dry text. Dengan begitu, mereka mungkin sadar dan mulai lebih berusaha dalam membalas pesan.