periskop.id - Di saat malam masih terbungkus sunyi dan fajar belum sepenuhnya muncul, ada satu amalan sederhana yang menyimpan makna begitu dalam, yaitu sahur. Ia bukan hanya soal makan sebelum menahan lapar, tetapi momen penuh keberkahan yang kaya nilai ibadah. Keutamaan sahur bukan sekadar memberi tenaga untuk menjalani hari, melainkan menghadirkan rahmat, menghidupkan sunah, dan membuka peluang emas untuk lebih dekat kepada Allah di waktu yang istimewa.

Keutamaan Sahur yang Perlu Diketahui

1. Sahur Mengandung Keberkahan 
Dalam sebuah riwayat dari Anas ra, Rasulullah menjelaskan bahwa sahur itu mengandung keberkahan. Makan sahur bukan sekadar mengisi perut sebelum puasa, tetapi juga membawa kebaikan dan manfaat yang besar bagi yang menjalankannya.

عن أنس رضي الله عنه قال صلى الله عليه و سلم: تسحروا فإن في السحور بركة (رواه الشيخان)

Artinya: Diriwayatkan dari Anas ra, Rasulullah Saw. bersabda, sahurlah kalian karena sesungguhnya dalam sahur itu mengandung keberkahan (HR Syaikhani).

Selain itu, keberkahan sahur tetap ada meskipun hanya dengan sedikit makanan atau bahkan hanya seteguk air. Hal ini juga disampaikan oleh Rasulullah Saw. dalam hadis yang diriwayatkan Ibnu Hibban dari Abdullah bin Umar ra.

وعن عبد الله بن عمر رضي الله عنهما قال قال رسول الله صلى الله عليه و سلم تسحروا ولو بجرعة من ماء رواه ابن حبان في صحيحه  

Artinya: Dari Abdullah bin Umar ra, ia berkata bahwa Rasulullah saw bersabda: Hendaklah kalian bersahur meskipun hanya seteguk air (HR Ibnu Hibban).

2. Sahur sebagai Pembeda Puasa Umat Islam
Makan sahur menjadi salah satu pembeda antara puasa umat Muslim dan puasa Yahudi maupun Nasrani. Rasulullah saw bersabda:

فصل ما بين صيامنا وصيام أهل الكتاب أكلة السحر    

Artinya: Yang membedakan antara puasa kita dan puasa Ahli Kitab adalah makan sahur.

Menjelaskan hadis tersebut, Imam Nawawi dalam kitab Syarah Muslim menerangkan bahwa maksudnya adalah sahur menjadi pembeda dan keistimewaan puasa umat Islam dibandingkan dengan puasa mereka. Sebab, umat terdahulu tidak melakukan sahur, sedangkan dalam Islam, sahur justru dianjurkan (sunah) untuk dikerjakan.

معناه الفارق والمميز بين صيامنا وصيامهم السحور فإنهم لا يتسحرون ونحن يستحب لنا السحور    

Artinya: Maknanya, yang menjadi pembeda dan keistimewaan antara puasa kita dan puasa mereka (Yahudi dan Nasrani) adalah sahur. Karena sesungguhnya mereka tidak sahur, sedangkan kita disunahkan untuk sahur (Syarah Muslim Imam Nawawi, juz 7, halaman 207).

3. Sahur Menguatkan Tubuh untuk Beribadah
Sahur punya peran penting dalam menjaga energi selama berpuasa. Dengan makan sahur, tubuh jadi lebih siap menjalani aktivitas seharian. Ibadah seperti shalat lima waktu, membaca Al-Qur’an, hingga kegiatan harian pun bisa dilakukan dengan lebih kuat dan tidak mudah lemas.

Dalam Islam, keseimbangan antara kebutuhan fisik dan spiritual sangat diperhatikan. Karena itu, sahur bukan hanya soal makan sebelum subuh, tetapi juga bentuk perhatian agar umat tetap sehat dan mampu beribadah dengan optimal.

4. Waktu Sahur Termasuk Waktu Mustajab untuk Berdoa

Sahur dilakukan di sepertiga malam terakhir yang dikenal sebagai waktu istimewa untuk berdoa. Pada waktu ini, Allah SWT melimpahkan rahmat dan membuka pintu ampunan bagi hamba-Nya yang bersungguh-sungguh memohon.

Momentum sahur jadi kesempatan emas untuk memperbanyak dzikir, istighfar, dan doa sebelum memasuki waktu puasa. Jadi, sahur bukan hanya menguatkan fisik, tetapi juga memperkuat hubungan spiritual dengan Allah SWT.

5. Sahur sebagai Latihan Keikhlasan dan Disiplin Diri
Bangun untuk sahur memang tidak selalu mudah, terutama saat rasa kantuk masih terasa berat. Namun, ketika seseorang memilih bangun demi menjalankan sunah Rasulullah Saw., di situlah keikhlasan dan kesabaran benar-benar terlatih. Kebiasaan ini perlahan memperkuat ketaatan dan menumbuhkan keimanan.

Tidak hanya itu, sahur juga membentuk sikap disiplin. Kita belajar mengatur waktu tidur, bangun lebih awal, dan mempersiapkan diri sebelum Subuh tiba. Dari kebiasaan sederhana ini, lahir pribadi yang lebih teratur dan bertanggung jawab, baik dalam ibadah maupun aktivitas sehari-hari.

Tips Sahur yang Tepat Supaya Kuat dan Bertenaga

1. Pilih Karbohidrat Kompleks
Ganti karbohidrat sederhana dengan karbohidrat kompleks, seperti nasi merah, oatmeal, ubi jalar, atau roti gandum. Jenis karbohidrat ini dicerna lebih lambat sehingga energi dilepaskan secara bertahap. Hasilnya, tubuh terasa kenyang lebih lama dan tidak cepat lemas.

2. Cukupi Asupan Protein
Tambahkan sumber protein, seperti telur, dada ayam, ikan, tahu, atau tempe. Protein membantu menahan rasa lapar lebih lama dan menjaga massa otot tetap kuat selama berpuasa.

3. Perbanyak Sayur dan Buah
Sayur dan buah kaya serat membantu pencernaan tetap lancar dan membuat rasa kenyang lebih stabil. Pilih sayuran hijau seperti brokoli atau bayam, serta buah yang tinggi kandungan air seperti semangka dan melon untuk membantu menjaga cairan tubuh.

4. Terapkan Pola Minum 2-4-2
Agar tidak dehidrasi, gunakan pola minum 2-4-2:

  • 2 gelas saat berbuka
  • 4 gelas sepanjang malam
  • 2 gelas saat sahur

Dengan pola ini, kebutuhan cairan harian tetap terpenuhi meski sedang berpuasa.

5. Akhiri Sahur Mendekati Waktu Subuh
Makan sahur mendekati waktu subuh membantu energi bertahan lebih lama hingga siang hari. Selain itu, mengakhirkan sahur juga termasuk anjuran sunnah yang baik untuk diikuti.

6. Makan Secara Perlahan
Usahakan mengunyah makanan dengan baik dan tidak terburu-buru. Cara ini membantu tubuh lebih cepat merasa kenyang dan mencegah makan berlebihan.

Sebagai pelengkap, jangan lupa juga untuk menyegerakan berbuka ketika waktunya tiba agar tubuh segera mendapatkan asupan energi kembali.