periskop.id - Kecelakaan yang melibatkan dua armada bus Transjakarta di Koridor 13, tepatnya di ruas Swadarma arah Cipulir, Jakarta Selatan, Senin pagi, masih menjadi perhatian serius. Insiden yang melibatkan bus operator BMP 263 dan MYS 17100 itu menyebabkan bagian kendaraan ringsek dan sejumlah penumpang mengalami luka ringan.
PT Transportasi Jakarta menegaskan bahwa penyebab kecelakaan masih dalam proses investigasi.
“Penyebab insiden tengah dalam proses investigasi mendalam. Transjakarta berkomitmen penuh untuk menangani situasi ini secara cepat dan profesional demi keamanan seluruh pelanggan,” ujar Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta, Ayu Wardhani melansir Antara, Senin (23/2).
Ia menambahkan, keselamatan penumpang tetap menjadi prioritas utama. Petugas di lapangan segera mengevakuasi penumpang ke halte terdekat, sementara mereka yang mengalami luka ringan langsung mendapatkan penanganan.
Dampak kecelakaan ini terasa pada operasional Koridor 13, khususnya rute 13B (CBD Ciledug–Tegal Mampang) dan L13E (Puri Beta–Pancoran).
Waktu tempuh dari Puri Beta 2 menuju Petukangan yang biasanya hanya tujuh menit melonjak hingga 39 menit akibat kepadatan kendaraan di sekitar Puri Beta 2 dan kolong JORR. Kondisi tersebut memicu antrean panjang penumpang di halte.
Tidak hanya bus Transjakarta, layanan Mikrotrans JAK107 (Jembatan Garden–Puri Beta) juga mengalami keterlambatan signifikan. Situasi ini menambah tekanan pada sistem transportasi publik yang sehari-hari melayani ratusan ribu warga Jakarta.
Data Dinas Perhubungan DKI Jakarta mencatat, sepanjang 2025 terdapat lebih dari 50 insiden kecil yang melibatkan armada bus, meski sebagian besar tidak menimbulkan korban serius. Pemerintah daerah bersama operator berupaya meningkatkan pengawasan, termasuk pemasangan CCTV, pelatihan ulang pengemudi, serta evaluasi jalur yang rawan kecelakaan.
Tinggalkan Komentar
Komentar