periskop.id - Jaringan restoran terbesar di dunia akhirnya resmi masuk ke pasar Amerika Serikat. Mixue, merek yang dikenal dengan menu es krim, teh, dan kopi, membuka gerai pertamanya di Amerika Serikat pada 19 Desember di Hollywood Boulevard, Los Angeles. Kehadiran ini menambah jejak global Mixue yang saat ini telah memiliki lebih dari 53.000 gerai di seluruh dunia.
Sebagai perbandingan, Starbucks memiliki sekitar 40.000 gerai di 88 negara, Subway sekitar 37.000 gerai, dan KFC sedikit di atas 30.000 gerai. Sebagian besar gerai Mixue berada di pasar domestiknya, China. Namun, perusahaan ini juga mengoperasikan sekitar 4.700 gerai di 13 negara lain, termasuk Australia, Jepang, Korea Selatan, Thailand, Malaysia, dan Singapura.
Melnsir Yahoo Finance, Jumat (26/12), Mixue membedakan diri lewat strategi harga yang berfokus pada nilai terjangkau. Sebagian besar produk dibanderol di kisaran US$1,99 hingga US$4,99. Berdasarkan keterangan perusahaan, harga produk Mixue antara lain US$1,19 untuk es krim andalan, US$1,99 untuk es lemon dingin, US$2,99 untuk latte, serta minuman bubble tea yang dimulai dari US$3,99.
Dalam pernyataan resminya, perusahaan menyebut Mixue tengah secara aktif memajukan strategi globalnya. Mengingat besarnya potensi pasar di Amerika Serikat, gerai pertama ini menjadi titik awal. Ke depannya, perusahaan akan secara bertahap memperluas jaringan gerai, sehingga semakin banyak konsumen lokal dapat menikmati minuman berkualitas tinggi dengan harga terjangkau.
Mixue juga berencana membuka gerai baru dalam beberapa hari ke depan di New York, sebelum memperluas kehadirannya di seluruh kawasan Amerika. Kehadiran Mixue di AS menyusul langkah perusahaan asal China lainnya, seperti Luckin’ Coffee dan Chagee. Luckin’ Coffee lebih dulu membuka gerai di New York City pada musim semi lalu, sementara Chagee membuka gerai di Los Angeles pada periode yang hampir bersamaan.
Meski demikian, ekspansi ke pasar AS bukan perkara mudah. Kategori minuman saat ini tumbuh jauh lebih cepat dibandingkan industri restoran secara keseluruhan. Sejumlah konsep drive-thru seperti 7 Brew, Dutch Bros, Scooter’s, dan Swig mencatatkan pertumbuhan jumlah gerai dan penjualan dengan laju dua digit.
Untuk menghadapi persaingan tersebut, Mixue berencana menekan harga dengan mengandalkan kepemilikan rantai pasok sendiri. Perusahaan menyatakan “rantai pasok Mixue dikelola melalui sistem digital yang mendukung pengendalian kualitas menyeluruh, mulai dari pengadaan bahan baku dan produksi hingga pergudangan dan distribusi.
Ke depan, Mixue juga berencana terus memperkuat rantai pasoknya dengan memperluas kemampuan sourcing, meningkatkan efisiensi logistik, serta berinvestasi pada kapasitas produksi dan riset serta pengembangan. Langkah-langkah ini ditujukan untuk mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan sekaligus menjaga konsistensi kualitas produk dan keterjangkauan harga seiring ekspansi Mixue di pasar internasional.
Sebagai informasi, Mixue merupakan perusahaan terbuka yang sahamnya tercatat di Bursa Efek Hong Kong.
Tinggalkan Komentar
Komentar