periskop.id - PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) membukukan prapenjualan (marketing sales) sebesar Rp10,04 triliun sepanjang 2025. Realisasi itu melampaui target tahunan yang ditetapkan sebesar Rp10 triliun.
Capaian tersebut mencerminkan pertumbuhan sekitar 3% secara tahunan (year-on-year/YoY) dibandingkan prapenjualan 2024 yang mencapai Rp9,72 triliun.
Direktur BSDE Hermawan Wijaya menilai kinerja ini menjadi bukti kuatnya permintaan pasar terhadap portofolio produk BSDE yang beragam, sekaligus menunjukkan resiliensi perseroan di tengah kondisi pasar properti yang terus berkembang.
“Pencapaian ini mencerminkan ketahanan kinerja BSDE serta kuatnya minat konsumen terhadap produk-produk kami, khususnya di kawasan kota mandiri dengan fasilitas lengkap dan konektivitas yang baik,” ujar Hermawan dalam keterangannya dilansir dari keterbukaan informasi BEI,Kamis (5/2).
Hermawan mengatakan dari sisi kontribusi, segmen residensial masih menjadi tulang punggung prapenjualan BSDE, dengan nilai mencapai Rp4,19 triliun atau setara 42% dari total prapenjualan 2025.
"Hal ini menegaskan permintaan terhadap hunian, terutama di kawasan terintegrasi, tetap solid," sambungnya.
Sementara itu, segmen komersial yang meliputi ruko, kavling komersial, dan apartemen menyumbang Rp3,73 triliun atau sekitar 37% dari total prapenjualan. Selain itu, penjualan lahan kepada perusahaan patungan (joint venture)turut memberikan kontribusi signifikan sebesar Rp2,13 triliun atau 21%.
Secara geografis, BSD City masih menjadi kontributor utama, dengan porsi sekitar 69% dari total prapenjualan 2025. Kinerja ini didorong oleh sejumlah proyek unggulan seperti Nava Park, Hiera, The Armont Residences, Eonna, Terravia, hingga klaster terbaru Vireya yang diluncurkan di BSD City.
Kontribusi yang tidak kalah penting juga berasal dari kawasan pengembangan lainnya, seperti Grand Wisata Bekasi dan Kota Wisata Cibubur, mencerminkan keberhasilan strategi diversifikasi kawasan yang dijalankan perseroan.
Menatap ke depan, BSDE tetap optimistis terhadap prospek industri properti. Stabilitas makroekonomi domestik yang terjaga, serta keputusan Bank Indonesia untuk mempertahankan BI Rate di level 4,75%, dinilai memberikan kepastian bagi pasar, khususnya dalam menjaga suku bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) tetap kompetitif.
“Kondisi ini diharapkan dapat terus mendukung daya beli masyarakat, memperkuat minat terhadap produk hunian, serta menjadi katalis positif bagi keberlanjutan kinerja pemasaran BSDE ke depan,” tutup Hermawan.
Tinggalkan Komentar
Komentar