periskop.id - Pemerintah melalui Kementerian PPN/Bappenas akan memperbarui roadmap bioekonomi nasional. Selain itu, kementerian mendorong kerja sama para pelaku untuk menindaklanjuti agenda Indonesia Bioeconomy Initiative 2024.
Deputi Bidang Pangan, Sumber Daya Alam, dan Lingkungan Hidup Kementerian PPN/Bappenas Leonardo A. A. Teguh Sambodo mengatakan, bioekonomi telah menjadi isu prioritas di level global, termasuk G20. Meski tiap negara menempuh jalur berbeda, prinsip keberlanjutan tetap menjadi benang merah.
"Indonesia harus mengambil posisi lebih aktif agar tidak tertinggal dalam arus transformasi global," ucap Teguh dalam agenda Workshop Bioekonomi Indonesia 2025 di Jakarta, dikutip dari laman resmi Bappenas, Jumat (5/12).
Mengacu pada RPJPN 2025-2045, pemerintah menyiapkan bioekonomi sebagai motor transformasi ekonomi yang adaptif dan berkelanjutan, sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan sumber daya hayati yang bernilai tambah.
"Unsur yang paling penting dalam bioekonomi adalah bagaimana masyarakat menjadi sejahtera. Bioekonomi bukan hanya transformasi ekonomi, tetapi juga transformasi sosial. Kami berharap masyarakat dapat berperan sebagai produsen berbasis komunitas, mitra industri, sekaligus penjaga ekosistem," sambung dia.
Sebagai langkah strategis, pemerintah menargetkan penyusunan Strategi Nasional Bioekonomi Indonesia pada 2026 untuk memperkuat arah pembangunan berbasis inovasi dan keberlanjutan.
"Pada 2026, kami akan mulai menyusun Strategi Nasional Bioekonomi, yang dapat berbentuk roadmap lengkap dengan rencana aksi dan indikator sebagai panduan bagi seluruh pemangku kepentingan,” ungkap Teguh.
Teguh juga menyoroti peran agregator sebagai jembatan antara riset dan pelaku usaha. Agregator memastikan alih teknologi, mulai dari pengembangan varietas unggul hingga peningkatan proses produksi, serta menghubungkan usaha kecil dengan industri untuk memperkuat rantai nilai bioekonomi nasional.
Tinggalkan Komentar
Komentar