periskop.id - Bank Indonesia (BI) meluncurkan Laporan Perkembangan Ekonomi, Keuangan, dan Kerja Sama Internasional (PEKKI) 2025. Laporan ini merupakan upaya mendorong stabilitas sistem keuangan, meningkatkan daya saing ekonomi, serta membuka peluang kerja sama lintas negara.

Deputi Gubernur Bank Indonesia Filianingsih Hendarta menegaskan, perekonomian Indonesia tetap kuat dan tangguh meski di tengah gejolak global yang terus berlangsung.

"Kita ibarat kapal besar yang kokoh, sementara gelombang tekanan eksternal sepanjang 2025 terus mengguncang perekonomian dunia. Meski diterpa badai, kapal Indonesia tetap mantap di perairannya," ujarnya di Jakarta, dilansir dari keterangan tertulis Rabu (10/12).

Meski prospek ekonomi global 2026–2027 masih diwarnai tekanan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025 diproyeksikan berada di kisaran 4,7–5,5% dan diperkirakan meningkat pada 2026–2027. Hal tersebut didukung oleh konsumsi domestik yang kuat, perbaikan investasi, serta ekspor yang tetap positif. Stabilitas nilai tukar rupiah tetap terjaga, cadangan devisa solid, dan inflasi terkendali.

"Kondisi ini mencerminkan kemampuan Bank Indonesia membaca arah angin dan menavigasi dinamika global, seperti awak kapal yang memantau rasi bintang dan memastikan persediaan selalu cukup, agar Indonesia terus bergerak maju meski diterpa gelombang ketidakpastian," tegasnya.

Laporan PEKKI 2025 yang mengusung tema Resiliensi dalam Mengarungi Ketidakpastian Global itu memberikan analisis mendalam mengenai tantangan ekonomi global, dampaknya terhadap pertumbuhan, inflasi, dan sektor keuangan, serta langkah-langkah responsif dari bauran kebijakan Bank Indonesia, termasuk kebijakan internasional yang strategis.

Beberapa isu yang menjadi sorotan adalah terkait geoekonomi, geopolitik, serta strategi kerja sama lintas negara. Dalam hal ini, Filianingsih menegaskan setiap negara memiliki keunggulan komparatif yang bisa dijadikan aset strategis untuk menghadapi dinamika global.

Bagi Indonesia, salah satu kekuatan utama terletak pada kemampuan memanfaatkan kepercayaan mitra internasional untuk menjembatani perbedaan, memperkuat diplomasi ekonomi, dan sekaligus mendorong tercapainya kepentingan nasional dalam peta global yang terus berubah.