periskop.id - Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) diperkirakan bergerak fluktuatif pada perdagangan pekan ini, seiring dinamika harga emas global yang masih dipengaruhi sentimen geopolitik dan arah kebijakan moneter Amerika Serikat.

Harga emas Antam diperkirakan tetap volatil dalam jangka pendek, namun peluang kembali menembus Rp3 juta per gram masih terbuka apabila tren penguatan emas global berlanjut. Faktor geopolitik serta peluang penurunan suku bunga The Fed masih menjadi katalis utama. 

Pada penutupan terakhir, harga logam mulia tercatat di level Rp2.954.000 per gram. Level ini menjadi titik awal proyeksi pergerakan harga dalam sepekan ke depan.

Pengamat pasar komoditas, Ibrahim Assuaibi mencatat, emas dunia pada Sabtu pagi ditutup di level USD 5.042 per troy ounce. Kemudian logam mulia ditutup pada level Rp2.954.000 per gram.

Dalam skenario pelemahan, harga emas Antam diperkirakan turun ke area support pertama di sekitar Rp2.920.000 per gram. Jika tekanan berlanjut, harga berpotensi menguji level Rp2.860.000 per gram.

“Seandainya harga emas dunia turun, kemungkinan support pertama di USD 4.947 per troy ounce. Kemudian harga logam mulia di Rp2.920.000.  Kalau seandainya harga emas dunia turun, support kedua yaitu di USD 4.818 per troy ounce. Itu diperkirakan untuk harga logam mulianya Rp2.860.000,” jelas Ibrahim, Senin (16/2).

Sebaliknya, apabila harga emas dunia kembali menguat, logam mulia Antam berpeluang menembus level psikologis Rp3.000.000 per gram. Penguatan lanjutan dapat membawa harga menuju Rp3.150.000 per gram.

Kalau harga emas dunia naik, resisten pertama di USD 5.134 per troy ounce. Kemudian harga logam mulianya di Rp3.000.000 per gram. Jika penguatan terus berlanjut, harga emas Antam bisa tembus Rp 3,15 juta.

“Kalau seandainya emas dunia naik, resisten kedua di USD 5.245 per troy ounce. Logam mulianya itu di Rp3.150.000," pungkas Ibrahim.