periskop.id - Assalamualaikum, Sobat Halalive!

Pernah nggak kamu duduk di sela-sela rakaat Tarawih, melihat sekeliling, dan membatin dalam hati: "Orang-orang kok bisa nangis ya? Kok aku nggak ngerasain apa-apa?"

Atau saat buka medsos, timeline penuh sama teman-teman yang lagi semangat banget share target tadarus dan quotes islami. Sementara kita? Boro-boro target khatam, buka Qur'an saja rasanya berat. Salat pun rasanya cuma gerakan olahraga, hampa, nggak ada "getaran" di hati.

Lalu muncul perasaan bersalah: "Duh, aku munafik banget. Ramadan udah datang, tapi aku masih gini-gini aja. Apa Allah udah ninggalin aku?"

Sobat Halalive, tarik napas dulu. Perasaan "jauh" atau disconnected itu nggak lantas bikin kamu jadi manusia paling buruk sedunia. Itu adalah fase yang wajar dialami siapa saja, bahkan orang saleh sekalipun.

Ekspektasi vs Realita Hati

Seringkali kita terjebak ekspektasi kalau masuk Ramadan itu kayak saklar lampu. Klik! Langsung jadi saleh, langsung khusyuk, langsung nangis tiap doa.

Padahal, hati manusia itu bukan mesin. Hati itu dinamis. Kalau selama 11 bulan kita jarang "ngobrol" sama Allah, wajar kalau pas ketemu lagi rasanya agak canggung.

Ibarat ketemu teman lama yang sudah bertahun-tahun nggak kontak. Pasti ada fase awkward-nya dulu sebelum bisa asyik curhat lagi. Allah nggak menuntut kita langsung "sempurna" di hari pertama. Allah melihat proses kita mencoba mendekat.

Allah Itu Dekat, Kita yang Sering Lupa

Ketika kamu merasa jauh, ingatlah satu ayat yang Allah letakkan persis di tengah-tengah ayat tentang hukum puasa Ramadan. Ini seolah kode keras dari Allah kalau Dia selalu ada di sini.

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَتَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ

Latin: Wa idza sa'alaka 'ibaadii 'annii fa innii qariib. Ujiibu da'watad-daa'i idzaa da'aan...

Artinya: "Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku..." (QS. Al-Baqarah [2]: 186)

Perhatikan baik-baik, di ayat ini Allah bilang "Aku dekat". Bukan "Aku jauh bagi yang berdosa". Allah membuka pintu selebar-lebarnya justru di saat kita merasa nggak layak. Rasa "kangen" atau "gelisah" karena merasa jauh itu sendiri sebenarnya adalah sinyal kalau Allah lagi rindu sama hamba-Nya.

Cukup Jalan Kaki, Nggak Usah Lari

Kalau kamu merasa berat buat langsung gas pol ibadah, jangan dipaksa lari. Nanti malah burnout dan berhenti total.

Dalam sebuah Hadits Qudsi yang sangat menyentuh, Allah berjanji akan selalu menyambut usaha hamba-Nya, sekecil apa pun itu:

وَمَنْ تَقَرَّبَ إِلَىَّ شِبْرًا تَقَرَّبْتُ إِلَيْهِ ذِرَاعًا ، وَمَنْ تَقَرَّبَ إِلَىَّ ذِرَاعًا تَقَرَّبْتُ إِلَيْهِ بَاعًا ، وَمَنْ أَتَانِي يَمْشِي أَتَيْتُهُ هَرْوَلَةً

Latin: Wa man taqarraba ilayya syibran taqarrabtu ilaihi dziraa'an, wa man taqarraba ilayya dziraa'an taqarrabtu ilaihi baa'an, wa man ataanii yamsyi ataituhu harwalatan.

Artinya: "Barangsiapa mendekat kepada-Ku sejengkal, Aku mendekat kepadanya sehasta. Barangsiapa mendekat kepada-Ku sehasta, Aku mendekat kepadanya sedepa. Dan barangsiapa datang kepada-Ku dengan berjalan kaki, Aku datang kepadanya dengan berlari kecil." (HR. Muslim)

Merinding bacanya. Kita cuma butuh langkah kecil, satu langkah saja, dan Allah akan menyambut kita lebih antusias.

Cara Konek Lagi Pelan-Pelan

Lalu bagaimana cara mulai melangkah saat hati lagi terasa beku?

Mulai dari Curhat Jujur 

Doa itu bukan cuma bacaan bahasa Arab yang kita hafal tapi nggak tahu artinya. Coba doa pakai bahasa Indonesia, bahasa sehari-hari kamu. "Ya Allah, aku lagi ngerasa kosong banget. Aku bingung. Bantu aku dong buat ngerasain nikmatnya ibadah lagi." Doa yang jujur seperti ini seringkali lebih cepat "nembus" ke langit.

Kualitas di Atas Kuantitas 

Daripada maksa baca 1 juz tapi pikiran melayang ke mana-mana, coba baca 5 ayat saja tapi baca juga terjemahannya. Renungi. Cari satu ayat yang relate sama kondisi kamu saat ini. Sedikit tapi masuk ke hati, itu lebih baik daripada banyak tapi cuma lewat di tenggorokan.

Cari Lingkungan yang Mendukung 

Kadang kita merasa jauh karena sinyal di sekitar kita memang lagi jelek. Coba kurangi scroll medsos yang isinya pamer duniawi. Ganti dengan konten yang adem, atau ngobrol sama teman yang bisa mengajak kebaikan tanpa menghakimi.

Nikmati Proses Pulangnya Hati

Sobat Halalive, perasaan "jauh" ini ujian, tapi juga undangan. Undangan buat kita untuk memperbaiki hubungan dengan Sang Pencipta tanpa kepalsuan.

Nggak perlu jadi orang lain. Datanglah kepada Allah dengan segala kekurangan dan rasa lelahmu. Karena Ramadan bukan panggung sandiwara untuk terlihat saleh, tapi bengkel untuk memperbaiki hati yang rusak.

Pelan-pelan saja, yang penting arahnya benar.

Kamu tim yang mana nih? Yang langsung tune-in pas Ramadan, atau butuh pemanasan dulu? Share cerita kamu di kolom komentar, yuk! Kita saling semangati, bukan saling menghakimi.

Sumber Rujukan

  1. QS. Al-Baqarah Ayat 186 (Tentang Allah itu dekat): https://quran.com/id/2:186
  2. Hadits Qudsi (Allah mendekat dengan berlari): https://sunnah.com/muslim:2675