Periskop.id - PT Platinum Wahab Nusantara Tbk (TGUK) membukukan penjualan Rp327,35 miliar dan laba bersih Rp2,50 miliar pada semester I-2026.

Kinerja tersebut menjadi titik balik setelah pada periode yang sama tahun lalu perseroan masih mencatat rugi bersih Rp8,44 miliar.

Menurut perseroan, perbaikan kinerja itu dipicu transformasi bisnis yang mulai dijalankan sejak akhir 2025.

Langkah tersebut dinilai mulai memberikan dampak positif terhadap performa keuangan perusahaan.

Direktur Utama PT Platinum Wahab Nusantara Tbk Agus Suhada mengatakan, transformasi bisnis telah menjadi fondasi bagi pertumbuhan perseroan.

"Kami bersyukur langkah transformasi yang mulai dijalankan sejak akhir 2025 dapat memberikan hasil yang positif pada semester pertama tahun ini. Capaian ini menjadi pijakan bagi perseroan untuk terus memperkuat fundamental usaha dan membangun pertumbuhan yang berkelanjutan," kata Agus, Selasa (4/8).

Menurut Agus, salah satu strategi utama yang dijalankan perseroan ialah mengembangkan lini usaha perdagangan dan pengolahan daging beku.

Langkah itu menjadi bagian dari rencana jangka panjang untuk memperkuat struktur bisnis sekaligus menghadirkan sumber pertumbuhan baru.

Perseroan menjelaskan, bisnis perdagangan dan pengolahan daging beku mulai memberikan kontribusi terhadap pendapatan perusahaan.

Diversifikasi usaha itu juga disebut mampu meningkatkan profitabilitas sepanjang semester pertama 2026.

Menurut perseroan, pengembangan bisnis baru didukung jaringan pemasok dan pelanggan yang telah terbentuk.

Selain itu, pengalaman manajemen di industri daging dinilai menjadi modal penting untuk mempercepat ekspansi usaha di tengah meningkatnya kebutuhan pasar.

Agus menegaskan, perseroan tidak hanya mengejar kenaikan penjualan, tetapi juga memperkuat fondasi bisnis secara bertahap.

"Kami tidak hanya berfokus pada peningkatan penjualan, tetapi juga membangun fondasi bisnis yang lebih kuat. Pengalaman manajemen, jaringan usaha yang telah dimiliki, serta pengembangan bisnis secara bertahap menjadi bagian dari strategi perseroan dalam menciptakan pertumbuhan yang sehat," ujarnya.

Selanjutnya, perseroan optimistis tren positif akan terus berlanjut melalui peningkatan penetrasi pasar, perluasan jaringan distribusi, dan pengembangan produk bernilai tambah.

Menurut perseroan, strategi tersebut akan memperkuat posisi bisnis sekaligus membuka peluang pertumbuhan pada periode berikutnya.

Agus menambahkan, perseroan akan menjaga momentum transformasi bisnis dengan memperkuat fundamental usaha dan menerapkan pengelolaan operasional secara disiplin.

Menurutnya, keberlanjutan pertumbuhan tidak hanya diukur dari peningkatan pendapatan, tetapi juga dari kemampuan menghasilkan profitabilitas yang konsisten bagi para pemegang saham.

Sebagai bagian dari strategi tersebut, perseroan terus mengembangkan bisnis perdagangan dan pengolahan daging beku yang mulai dijalankan sejak akhir 2025. Langkah diversifikasi itu kini menjadi salah satu pilar pertumbuhan baru yang menopang kinerja perusahaan.

Menutup keterangannya, Agus meyakini arah pengembangan usaha yang sedang dijalankan akan terus memperkuat kinerja perseroan pada masa mendatang.

"Kami optimistis arah pengembangan usaha yang dijalankan saat ini dapat terus memberikan kontribusi positif terhadap kinerja perseroan. Dengan memperkuat fundamental bisnis dan terus mengembangkan pasar, kami berharap dapat menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan," tutup Agus.