Periskop.id – Lipstik cair atau liquid lipstick menjadi produk riasan bibir paling banyak dibeli konsumen Lazada Indonesia sepanjang semester I 2026. Format tersebut menyumbang 60% pembelian produk bibir, sedangkan lipstik konvensional berbentuk stik mencatatkan porsi 40%.
Data internal yang dirilis menjelang International Lipstick Day pada 29 Juli itu menunjukkan konsumen semakin mempertimbangkan kenyamanan, tekstur, daya tahan, dan hasil akhir saat memilih produk bibir. Meski tidak mewakili keseluruhan pasar kosmetik nasional, data transaksi Lazada memberikan gambaran mengenai preferensi pelanggan di platform tersebut.
Head of Business Growth and Operations Lazada Indonesia Amelia Tediarjo mengatakan, produk bibir telah menjadi bagian dari rutinitas kecantikan sehari-hari. “Lip products telah menjadi produk wajib di rutinitas kecantikan sehari-hari para konsumen,” ucapnya, Rabu (29/7).
Data Lazada Indonesia menunjukkan, liquid lipstick, atau lipstik likuid, menjadi produk paling populer yang mendominasi 60% dari pembelian, diikuti oleh lipstik konvensional dengan 40% pembelian. "Melihat permintaan besar tersebut, Lazada menghadirkan akses ke berbagai produk kecantikan autentik dari brand terkemuka dunia untuk membantu pelanggan menemukan pilihan yang paling sesuai,” tuturnya.
Untuk memenuhi permintaan itu, Lazada mengandalkan LazMall sebagai kanal yang menampung toko resmi berbagai merek kecantikan lokal maupun internasional. Konsumen dapat memilih produk berdasarkan format, warna, formula, hingga kebutuhan pemakaian.
AI Lazzie Bantu Konsumen Memilih Lipstik
Selain menyediakan toko resmi, Lazada mendorong penggunaan AI Lazzie sebagai asisten belanja personal. Melalui fitur percakapan berbasis kecerdasan buatan tersebut, konsumen dapat menjelaskan warna yang dicari, jenis kulit, serta kebutuhan riasan sebelum menerima rekomendasi produk.
Lazada sebelumnya telah memperluas penggunaan AI dan kecerdasan buatan generatif di enam negara Asia Tenggara. Teknologi itu digunakan untuk membantu proses pencarian produk, personalisasi rekomendasi, pemeriksaan kondisi kulit, hingga fitur mencoba riasan secara virtual.
Namun, rekomendasi berbasis AI tetap perlu disesuaikan dengan preferensi pribadi. Warna lipstik yang terlihat pada layar juga dapat berbeda ketika digunakan karena dipengaruhi warna dasar bibir, pencahayaan, kamera, dan tampilan perangkat.
Liquid Matte Masih Jadi Pilihan untuk Aktivitas Padat
Lazada menilai popularitas liquid lipstick turut didorong perkembangan formula matte. Konsumen kini tidak hanya mencari warna intens dan tahan lama, tetapi juga tekstur yang ringan serta nyaman dipakai sepanjang hari.
“Lipstik matte digemari karena dapat membantu menciptakan tampilan yang lebih rapi dan tahan lama. Warna natural cocok untuk kesan elegan, sementara warna intens terlihat lebih tegas dan berkesan,” tambah Amelia.
Untuk aktivitas di kantor atau kegiatan dengan durasi panjang, konsumen disarankan memilih liquid matte yang mudah dipoles ulang serta memiliki kandungan perawatan bibir. Formula yang menjaga kelembapan dapat membantu mengurangi rasa kering, terutama ketika pengguna berada dalam ruangan berpendingin udara.
Sementara itu, lip stain dan lip tint menjadi alternatif untuk aktivitas yang lebih kasual. Kedua format tersebut menawarkan warna yang relatif ringan dan alami, sekaligus sesuai dengan tren clean makeup yang mengutamakan tampilan segar dan sederhana.
“Semakin banyak konsumen membeli lip stain dan tint karena mudah digunakan, terasa ringan, dan dapat memberi tampilan segar dalam sekali poles. Jenis lip products ini tepat digunakan untuk penampilan ala clean makeup,” jelas Amelia.
Lip Gloss dan Blurred Lips Ikut Kembali Diminati
Lip gloss juga kembali mendapat perhatian karena mampu memberikan efek berkilau dan dimensi pada bibir hanya dalam satu kali pemakaian. Produk ini banyak digunakan sebagai sentuhan akhir untuk acara malam atau pesta.
Lazada menyarankan konsumen memilih lip gloss dengan formula yang tidak terlalu lengket. Produk dengan efek memberi volume dan kandungan perawatan bibir juga dapat menjadi pilihan bagi pengguna yang menginginkan tampilan lebih glamor.
Selain kilau tinggi, tren blurred lips berkembang di tengah meningkatnya minat terhadap riasan yang lembut dan tidak membutuhkan aplikasi terlalu presisi. Tampilan tersebut mengandalkan tepian warna yang samar, bukan garis bibir yang tegas.
“Blurred lipstick menjadi salah satu contoh bagaimana inovasi, baik dari sisi formulasi maupun finishing, mendorong hadirnya tren kecantikan baru yang menyegarkan antusiasme pasar,” ujarnya.
Lip cream atau lipstik berbentuk krayon dengan tekstur lembut dapat digunakan untuk menghasilkan efek tersebut. Format ini dinilai praktis untuk acara kasual karena dapat diaplikasikan dan dirapikan tanpa tahapan yang rumit.
Pasar Kosmetik Indonesia Terus Berkembang
Perubahan tren produk bibir berlangsung di tengah pertumbuhan industri kosmetik nasional. Kementerian Perindustrian mencatat nilai pasar kosmetik Indonesia mencapai sekitar US$9,74 miliar pada 2025, dengan proyeksi pertumbuhan tahunan sekitar 4,33 hingga 4,37%.
Jumlah pelaku industri kosmetik juga telah melampaui 1.500 unit usaha, dengan lebih dari 90% di antaranya termasuk industri kecil dan menengah. Nilai ekspor kosmetik Indonesia meningkat dari US$416,8 juta pada 2024 menjadi US$473,8 juta pada 2025.
Besarnya pilihan produk membuat konsumen perlu tetap memperhatikan aspek keamanan. Per 29 Juli 2026, basis data BPOM mencatat lebih dari 360 ribu produk kosmetik dengan registrasi yang masih berlaku. Konsumen dapat memeriksa nama produk, merek, nomor izin edar, dan pendaftar melalui layanan Cek BPOM.
BPOM juga mengingatkan masyarakat menerapkan prinsip Cek KLIK, yakni memeriksa kemasan, label, izin edar, dan kedaluwarsa sebelum membeli atau menggunakan kosmetik. Langkah tersebut tetap diperlukan meskipun pembelian dilakukan melalui toko resmi di platform digital.
Tinggalkan Komentar
Komentar