Periskop.id - Bursa Efek Indonesia (BEI) tetap mempertahankan saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) sebagai konstituen indeks LQ45, IDX30, dan IDX80 dalam evaluasi indeks terbaru. Keputusan ini muncul meski likuiditas saham GOTO menjadi sorotan dalam beberapa bulan terakhir.

Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Irvan Susandy menjelaskan, penilaian likuiditas dalam evaluasi indeks tidak semata berpatokan pada kondisi perdagangan satu atau dua bulan terakhir. Ia menyebutkan, otoritas bursa tetap memakai metodologi kuantitatif yang mengacu pada rata-rata likuiditas selama periode evaluasi, tanpa mengubah parameter penentuan konstituen indeks.

"Likuiditasnya, kan, nggak dihitung cuma sebulan-dua bulan, rata-rata enam bulan atau 12 bulan terakhir sebelum evaluasi. Jadi kalau dia masih ada berarti mungkin di bulan-bulan sebelumnya memang likuiditasnya masih kencang," kata Irvan Susandy di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (29/7).

Dengan metode tersebut, saham yang sempat mencatat likuiditas tinggi pada sebagian besar periode penilaian masih dapat memenuhi syarat untuk tetap berada di dalam indeks. Hal ini berlaku meski aktivitas perdagangannya belakangan menurun, sebagaimana dipaparkan Irvan.

Kondisi itu tampak pada saham GOTO belakangan ini. Nilai transaksi harian saham tersebut terus menurun, sementara antrean jual di level Rp50 justru terus bertambah.

Irvan mengibaratkan mekanisme perhitungan likuiditas indeks dengan cara BEI menghitung rata-rata nilai transaksi harian di bursa secara keseluruhan.

Menurutnya, rata-rata nilai transaksi secara year to date masih berada di kisaran Rp22 triliun. Angka tersebut, kata dia, ditopang oleh aktivitas perdagangan yang tinggi pada Januari.

Pola serupa berlaku pada perhitungan likuiditas saham individu seperti GOTO. Aktivitas perdagangan yang tinggi di awal periode evaluasi bisa mengangkat rata-rata keseluruhan, meski belakangan aktivitasnya melandai.

Skema evaluasi indeks yang berbasis rata-rata jangka panjang ini membuat sebuah saham tidak langsung tersingkir hanya karena penurunan transaksi dalam waktu singkat. BEI, menurut Irvan, konsisten menjalankan metodologi yang sama untuk seluruh konstituen indeks tanpa perlakuan khusus.

Evaluasi indeks LQ45, IDX30, dan IDX80 sendiri dilakukan secara berkala oleh BEI dengan mempertimbangkan sejumlah parameter, termasuk likuiditas perdagangan saham dalam periode tertentu. Saham GOTO tercatat masih memenuhi parameter tersebut pada evaluasi kali ini.

Rata-rata nilai transaksi harian bursa yang bertahan di kisaran Rp22 triliun sepanjang tahun berjalan menjadi salah satu indikator yang turut disinggung Irvan dalam menjelaskan mekanisme perhitungan likuiditas di BEI.