Periskop.id - Masalah kesehatan anak usia sekolah dan remaja di Indonesia kini membutuhkan perhatian ekstra dari para orang tua. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyoroti tingginya temuan kasus tekanan darah di atas normal pada kelompok usia muda tersebut.
Berdasarkan data pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) 2026 hingga bulan Juli 2026, tercatat sebanyak 2,2 juta anak usia sekolah dan remaja terdeteksi memiliki tekanan darah di atas batas normal.
Temuan tekanan darah tinggi ini menjadi kasus kesehatan terbanyak kedua pada anak, berada tepat di bawah masalah gigi berlubang atau karies.
Kebiasaan Makanan Asin dan Manis Jadi Pemicu Utama
Merujuk pada penjelasan pihak Kemenkes, tingginya angka kasus tekanan darah di atas normal ini berkaitan erat dengan pola makan harian anak.
Saat ini, konsumsi makanan dan minuman tinggi gula serta makanan tinggi garam atau gurih masih sangat mendominasi pola makan anak-anak di Indonesia. Kondisi ini makin diperparah oleh masih rendahnya asupan sayur dan buah harian mereka.
Fenomena ini sejalan dengan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) yang mencatat bahwa pola konsumsi anak-anak di tanah air memang belum berada dalam kategori sehat.
Data SKI menunjukkan bahwa sekitar 50% anak Indonesia gemar mengonsumsi makanan atau minuman manis. Selain itu, ada sekitar 40% anak yang menyukai makanan gurih dan asin. Di sisi lain, angka konsumsi serat sangat mengkhawatirkan karena sekitar 95% anak tercatat tidak suka makan sayuran.
Kemenkes Dorong Perubahan Pola Makan
Asupan tinggi garam dan gula yang tidak diimbangi dengan nutrisi seimbang dapat meningkatkan risiko gangguan pembuluh darah serta hipertensi sejak usia dini.
Jika dibiarkan tanpa penanganan, kondisi ini berpotensi memicu berbagai masalah kesehatan yang lebih serius saat mereka dewasa nanti.
Melihat kondisi tersebut, Kemenkes mengimbau seluruh pihak, terutama keluarga dan lingkungan sekolah, untuk segera memperbaiki gaya hidup anak.
Kemenkes juga mendorong penerapan pola makan seimbang kaya gizi serta peningkatan aktivitas fisik harian guna menunjang tumbuh kembang dan kesehatan anak Indonesia secara optimal.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar