Periskop.id - Transjakarta menyampaikan permintaan maaf terkait video viral seorang penumpang yang diminta turun dari bus di Halte Kampung Melayu, Jakarta Timur. Penumpang tersebut belakangan diketahui merupakan seorang tunawisma.

Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta Ayu Wardhani menjelaskan, pihaknya menyesalkan ketidaknyamanan yang timbul akibat peristiwa tersebut. Ia menegaskan permintaan maaf itu ditujukan kepada seluruh pelanggan yang merasa terganggu.

"Menanggapi video yang beredar di media sosial, kami memohon maaf yang setulus-tulusnya atas ketidaknyamanan yang dirasakan pelanggan," kata Ayu dalam keterangannya, Selasa (4/8).

Ayu memaparkan, petugas di lapangan turun tangan setelah menerima laporan dari penumpang lain soal bau yang sangat menyengat di dalam bus. Petugas kemudian mendekati penumpang bersangkutan sebelum akhirnya diminta turun dari kendaraan.

"Petugas kami bergerak di lapangan berdasarkan laporan pelanggan lain di lokasi, karena bau yang sangat menyengat. Pendekatan kepada pelanggan yang bersangkutan telah kami lakukan hingga akhirnya turun dari bus," ujarnya.

Belakangan terungkap, penumpang yang diminta turun tersebut merupakan seorang tunawisma. Transjakarta pun disebut langsung berkoordinasi dengan Dinas Sosial Jakarta agar penumpang tersebut memperoleh penanganan lebih lanjut.

"Dari informasi yang kami dapatkan, pelanggan tersebut adalah tunawisma. Sebagai bentuk kepedulian, kami juga telah berkoordinasi dengan Dinas Sosial tentang keberadaan pelanggan, agar mendapatkan penanganan dan bantuan yang tepat," tuturnya.

Video yang beredar di media sosial memperlihatkan penumpang tersebut duduk di kursi bagian belakang bus Transjakarta. Narasi dalam unggahan itu menyebutkan peristiwa terjadi karena ada keluhan pelanggan soal bau yang sangat menyengat.

Menyusul viralnya video tersebut, Ayu menyebutkan Transjakarta melakukan evaluasi mendalam terhadap penanganan kasus serupa. Perusahaan berkomitmen memperbaiki prosedur kerja tanpa mengabaikan sisi kemanusiaan.

"Kejadian ini menjadi bahan evaluasi mendalam bagi kami. Transjakarta berkomitmen untuk terus memperbaiki SOP serta melatih sensitivitas petugas, agar pelayanan kami tidak hanya menjaga kenyamanan publik, tetapi juga selalu mengedepankan rasa kemanusiaan," jelasnya.