Periskop.id – Keterbatasan ekonomi tidak menghalangi Aji Bayu Ramadhan meraih prestasi tertinggi di Institut Pemerintahan Dalam Negeri. Putra seorang buruh bangunan asal Nusa Tenggara Timur itu dinobatkan sebagai lulusan terbaik IPDN Angkatan XXXIII Tahun 2026 dengan indeks prestasi kumulatif 3,84.
Aji menjadi peraih penghargaan Kartika Astha Brata, predikat tertinggi bagi lulusan IPDN. Ia merupakan lulusan Program Studi Teknologi Rekayasa Informasi Pemerintahan, Fakultas Manajemen Pemerintahan, yang terdaftar melalui Provinsi NTT.
Prestasi tersebut diraih di tengah persaingan 1.204 lulusan yang dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Pamong Praja Muda di Kampus IPDN Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Rabu (29/7). Angkatan tersebut terdiri atas 728 laki-laki dan 476 perempuan yang akan ditempatkan di instansi pemerintah pusat dan daerah.
"Ini menjadi sebuah penghargaan dan juga kehormatan bagi kami untuk mendapatkan amanah dan juga doa langsung dari pimpinan tertinggi yang ada di Indonesia. Semoga dengan ini kami tetap semangat dan dapat menempuh tugas menjadi pamong praja yang baik ke depan," kata Aji seusai pelantikan.
Tumbuh dari keluarga sederhana
Aji merupakan putra sulung pasangan Winoto Hadi dan Wahyuniarti. Ayahnya bekerja sebagai buruh bangunan, sedangkan ibunya menjalani keseharian sebagai ibu rumah tangga.
Latar belakang keluarga itu tidak disembunyikan oleh Aji. Sebaliknya, kehidupan sederhana menjadi pengingat agar dirinya tidak melupakan masyarakat yang kelak akan dilayaninya sebagai aparatur pemerintahan.
"Amanah dari orang tua selalu berpesan untuk tetap rendah hati dan selalu ingat bahwa kami berasal dari masyarakat menengah ke bawah," ujarnya.
Pesan tersebut menjadi pegangan Aji selama menjalani pendidikan dengan sistem akademik, pengasuhan, dan pelatihan yang ketat di IPDN. Kondisi ekonomi keluarga disebut tidak menjadi penghalang, tetapi justru mendorongnya terus belajar dan mengembangkan kemampuan.
Aji menilai keberhasilannya juga tidak lepas dari doa dan pengorbanan orang tua. Setelah resmi menjadi Pamong Praja Muda, ia ingin membawa nilai kerendahan hati tersebut ketika berhadapan dengan masyarakat dari berbagai latar belakang.
Ingin memangkas persoalan birokrasi lewat teknologi
Latar belakang pendidikan di bidang Teknologi Rekayasa Informasi Pemerintahan membuat Aji menaruh perhatian pada digitalisasi pelayanan publik. Ia ingin menggunakan teknologi sebagai penghubung antara pemerintah dan masyarakat sekaligus mengurangi proses birokrasi yang menghambat pelayanan.
"Saya sendiri sudah membuat tiga sistem yang bertujuan untuk melihat sekaligus menyelesaikan berbagai permasalahan di masyarakat. Mudah-mudahan dengan sistem ini dapat sedikitnya mereduksi beberapa faktor birokrasi yang berdampak langsung kepada masyarakat," katanya menjelaskan.
Aji belum memerinci tiga sistem tersebut. Namun, gagasan itu sejalan dengan tantangan pemerintahan yang membutuhkan pelayanan lebih cepat, mudah diakses, transparan, dan berbasis kebutuhan warga.
Bagi Aji, gelar lulusan terbaik bukan akhir dari perjalanan. Prestasi akademik justru menjadi awal untuk membuktikan bahwa ilmu yang diperoleh dapat diterapkan dalam tugas pemerintahan dan memberikan dampak langsung kepada masyarakat.
Prabowo soroti meritokrasi IPDN
Kisah Aji menjadi bagian dari catatan menarik pelantikan IPDN 2026. Presiden Prabowo mengatakan seluruh 10 lulusan terbaik angkatan tersebut berasal dari keluarga sederhana, termasuk anak buruh, petani, dan anggota TNI berpangkat bintara.
"Sebelum naik podium, saya mendapat laporan dari Menteri Dalam Negeri (Tito Karnavian), bahwa 10 lulusan terbaik dari angkatan ini semuanya berasal dari keluarga yang sangat sederhana," kata Prabowo.
Menurut Prabowo, latar belakang para peraih penghargaan menunjukkan proses seleksi IPDN mampu memberikan kesempatan kepada peserta berdasarkan prestasi, bukan kedudukan ekonomi maupun status keluarga.
"Kalau anak buruh harian bisa lulus menjadi pamong praja, siapa tahu suatu saat dia akan menjadi pemimpin-pemimpin yang hebat. Ini membuktikan bahwa NKRI berhasil, bahwa Pancasila itu benar. NKRI dan Pancasila harus menjadi negara yang dipimpin oleh mereka-mereka yang terbaik, mereka-mereka yang berprestasi," ucap Prabowo.
Presiden juga mengingatkan para lulusan bahwa jabatan aparatur tidak boleh melahirkan kesombongan. Kehormatan seorang pamong praja dinilai dari manfaat yang dirasakan masyarakat, bukan dari pangkat yang disandang.
"Saudara adalah pelayan rakyat. Saudara harus melayani, melindungi dan mengayomi masyarakat, mengayomi rakyat Indonesia dengan sebaik-baiknya," ujarnya.
Pesan untuk anak-anak dari daerah
Keberhasilan Aji membawa pesan tersendiri bagi generasi muda, terutama mereka yang tumbuh di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar. Ia meminta anak-anak muda tidak merasa rendah diri hanya karena berasal dari keluarga dengan kemampuan ekonomi terbatas.
Menurutnya, kesempatan dapat diraih melalui kerja keras, kemauan belajar, serta dukungan dan doa keluarga. Prestasinya membuktikan seorang anak buruh bangunan dari NTT dapat bersaing dan berdiri sebagai lulusan terbaik di antara lebih dari seribu calon aparatur pemerintahan.
Setelah pelantikan, tantangan Aji beralih dari ruang pendidikan menuju pelayanan publik. Ia kini harus membuktikan bahwa predikat terbaik tidak hanya tercermin dalam nilai akademik, tetapi juga dalam integritas, kualitas pelayanan, dan keberpihakan kepada masyarakat.
Tinggalkan Komentar
Komentar