Periskop.id - Ketua Dewan Pembina Forum Masyarakat Indonesia Emas (FORMAS) Hashim Djojohadikusumo mengukuhkan 20 organisasi kemasyarakatan baru yang bergabung dalam forum tersebut. Langkah ini disebut memperkuat peran masyarakat sipil dalam mengawal program pemerintah.

Hashim menjelaskan, keberadaan FORMAS sejalan dengan cita-cita para pendiri bangsa untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat sekaligus menjaga keberlangsungan Indonesia. Menurutnya, semangat itu pula yang tertanam dalam diri Presiden Prabowo Subianto.

"Itu juga yang tertanam di jiwa Prabowo agar rakyat sejahtera dan Indonesia abadi. Ia sedih melihat masih ada yang belum sejahtera dan program MBG lahir dari keprihatinan supaya rakyatnya sehat," ujar Hashim tegas dalam pengukuhan di Aula Universitas Podomoro, Jakarta, dikutip Sabtu (8/8).

Pengukuhan tersebut bertepatan dengan HUT ke-2 FORMAS. Dengan tambahan 20 ormas baru, total organisasi yang bernaung di bawah FORMAS kini mencapai 103, termasuk Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI).

Ketua Dewan Pakar FORMAS Serian Wijatno menyebutkan, konsolidasi ini jadi langkah memperkuat peran ormas dalam mendukung sekaligus mengawal program pembangunan pemerintah.

"Ini sebagai langkah nyata ormas untuk bergotong royong mendukung dan mengawal program-program pembangunan yang dijalankan pemerintah. Sekaligus menjawab tantangan yang dihadapi Indonesia saat ini," kata Serian.

Serian menegaskan, ormas yang tergabung dalam FORMAS tidak boleh sekadar jadi penonton dalam pembangunan nasional. Ia menyebut FORMAS berkomitmen menjadi bagian masyarakat sipil yang aktif menjaga persatuan, memberi pemikiran konstruktif, dan mengawal pelaksanaan program pemerintah.

Ketua Umum FORMAS Yohanes Handojo Budhisedjati menambahkan, bertambahnya jumlah anggota memperkuat barisan masyarakat sipil dalam mendukung program pemerintahan Prabowo Subianto.

"Dengan bertambahnya ormas ini menambah semangat perjuangan kami untuk mendukung dan mengawal seluruh program pemerintah. FORMAS hadir untuk membantu mewujudkan program-program kerakyatan," ujar Handojo.

Handojo memaparkan, FORMAS tidak hanya berperan sebagai wadah organisasi. Forum ini juga berupaya memastikan kebijakan dan program strategis pemerintah memberi dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Menteri Agama Nasaruddin Umar turut hadir dan menyampaikan pandangannya soal visi Indonesia Emas 2045. Ia menegaskan, pencapaian target tersebut tidak cukup hanya mengandalkan pertumbuhan ekonomi, perkembangan teknologi, dan bonus demografi.

Pembangunan bangsa, menurut Nasaruddin, juga membutuhkan fondasi spiritual yang kuat untuk menghadapi tantangan global sekaligus menjaga persatuan nasional.