Periskop.id – Medan dan Pangandaran menjadi dua destinasi dengan pertumbuhan pemesanan akomodasi paling menonjol selama musim libur sekolah 2026. Data internal RedDoorz menunjukkan penjualan kamar di Pangandaran meningkat hingga tiga kali lipat, sedangkan okupansi dan penjualan kamar di Medan tumbuh lebih dari 50% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Perhitungan tersebut menggunakan periode libur sekolah pada 22 Juni hingga 12 Juli 2026. RedDoorz menilai peningkatan permintaan tidak hanya dipengaruhi daya tarik destinasi, tetapi juga perubahan cara keluarga merencanakan perjalanan dengan memilih tempat yang lebih dekat dan akomodasi terjangkau.
Director of Demand RedDoorz Vibhor Atal mengatakan, wisatawan semakin berhati-hati dalam mengatur anggaran. Perjalanan singkat menggunakan kendaraan pribadi ke kota sekitar menjadi salah satu pilihan yang banyak diambil keluarga.
“Liburan sekolah menjadi pendorong utama permintaan karena banyak keluarga memanfaatkan kesempatan untuk berlibur. Selain itu, tahun ini terdapat tren berlibur ke destinasi yang dekat (dengan tempat tinggal/asal). Dibandingkan bepergian jauh atau mahal, mayoritas wisatawan lebih memilih short getaway ke lokasi yang terjangkau dengan mobil atau ke kota sekitar,” ujar Vibhor.
Berdasarkan profil pemesan di jaringan RedDoorz, kelompok milenial, terutama yang bepergian bersama anak, tetap menjadi segmen terbesar selama musim libur sekolah.
Medan Tumbuh Seiring Ramainya Bandara Kualanamu
Medan menjadi kota besar dengan pertumbuhan okupansi dan penjualan kamar tertinggi di jaringan RedDoorz selama periode tersebut. Keduanya naik lebih dari 50% secara tahunan, melampaui rata-rata pertumbuhan yang tercatat di kota-kota besar lain.
Kenaikan permintaan akomodasi berlangsung seiring tingginya mobilitas melalui Bandara Internasional Kualanamu. Selama 21 hari libur sekolah, bandara tersebut melayani 421.059 penumpang dan 2.998 pergerakan pesawat.
Rata-rata pergerakan penumpangnya mencapai sekitar 20.050 orang per hari. Penerbangan domestik mendominasi dengan 282.718 penumpang atau 67,1% dari keseluruhan trafik, sedangkan penerbangan internasional melayani 138.341 penumpang.
Pelaksana Tugas Director of Operation and Services PT Angkasa Pura Aviasi Dedy Sri Cahyono menilai angka tersebut menunjukkan tingginya aktivitas perjalanan selama masa liburan.
“Mobilitas masyarakat tetap tinggi di musim liburan menunjukkan peran strategis Bandara Kualanamu sebagai salah satu pintu gerbang transportasi udara di wilayah barat Indonesia,” kata Dedy.
Pergerakan melalui Kualanamu tidak seluruhnya dapat disamakan dengan kunjungan wisata ke Medan karena mencakup perjalanan bisnis, kunjungan keluarga, transit, dan perjalanan ke daerah lain di Sumatera Utara. Namun, tingginya trafik memberikan dukungan terhadap permintaan transportasi dan akomodasi di kawasan tersebut.
Penjualan Kamar di Pangandaran Naik Tiga Kali Lipat
Pertumbuhan lebih tinggi tercatat di Pangandaran, Jawa Barat. Okupansi properti RedDoorz di destinasi tersebut meningkat lebih dari 80% secara tahunan, sementara jumlah kamar yang terjual mencapai tiga kali lipat dibandingkan musim libur sekolah 2025.
Kenaikan itu didukung karakter Pangandaran sebagai destinasi wisata yang dapat dijangkau melalui perjalanan darat dari sejumlah kota di Jawa Barat dan Jawa Tengah. Atraksi pantai, olahraga air, serta agenda kebudayaan turut menjadi magnet bagi wisatawan.
“Sejak pertengahan Juni, Pangandaran memiliki agenda tahunan Hajat Laut yang menjadi daya tarik. Memasuki bulan Juli, pengunjung ke Pangandaran mulai fokus pada atraksi pantai dan olahraga air yang bertepatan dengan puncak musim libur sekolah,” tambah Vibhor.
Hajat Laut Pangandaran 2026 digelar di Pantai Timur pada 16 Juni. Rangkaian acaranya mencakup perlombaan rakyat, kegiatan keagamaan, olahraga pesisir, karnaval, dan festival budaya yang menampilkan kesenian lokal.
Pangandaran juga memiliki banyak akomodasi berskala kecil yang sesuai dengan pola perjalanan keluarga beranggaran terbatas. Pilihan tersebut mencakup hotel sederhana, penginapan mitra, homestay, hingga vila di sekitar kawasan pantai dan destinasi wisata.
Namun, pertumbuhan lebih dari 80% dan kenaikan penjualan kamar tiga kali lipat merupakan catatan khusus portofolio RedDoorz. Angka tersebut tidak otomatis menggambarkan keseluruhan tingkat okupansi hotel di Kabupaten Pangandaran.
Tren Perjalanan Domestik Ikut Menguat
Peningkatan pemesanan di Medan dan Pangandaran bergerak searah dengan pertumbuhan perjalanan wisatawan domestik secara nasional.
Badan Pusat Statistik mencatat jumlah perjalanan wisatawan nusantara mencapai 107,19 juta pada Juni 2026, tumbuh 1,98% dibandingkan Juni tahun sebelumnya. Tingkat Penghunian Kamar hotel bintang secara nasional juga naik menjadi 54,28%, bertambah 4,30 poin persentase secara tahunan.
Pada Mei 2026, perjalanan wisatawan nusantara tercatat sebanyak 106,16 juta atau tumbuh 8,69% secara tahunan. Tingkat Penghunian Kamar hotel bintang pada periode itu mencapai 50,76%.
Data tersebut memperlihatkan aktivitas perjalanan domestik tetap kuat menjelang dan selama awal musim libur sekolah. Meski demikian, perubahan okupansi setiap destinasi dapat berbeda karena dipengaruhi harga, akses transportasi, kalender kegiatan, cuaca, dan ketersediaan kamar.
Vila Tetap Diminati meski Wisatawan Lebih Hemat
Secara keseluruhan, jaringan RedDoorz yang meliputi RedDoorz, SANS, Urbanview, dan The Lavana membukukan pertumbuhan penjualan kamar sebesar 30% secara tahunan selama musim libur sekolah.
Pertumbuhan yang lebih tinggi terjadi pada The Lavana, lini akomodasi yang berfokus pada vila. Penjualan kamarnya meningkat lebih dari 50% dibandingkan periode yang sama pada 2025.
“Hal ini mengindikasikan bahwa meski konsumen semakin cermat mengelola anggaran perjalanan mereka, minat pasar terhadap properti vila tetap memiliki potensi pertumbuhan yang kuat,” pungkas Vibhor.
Kinerja vila menunjukkan wisatawan tidak hanya mencari kamar dengan harga murah. Keluarga atau rombongan juga mempertimbangkan ruang yang lebih luas, privasi, fasilitas bersama, dan kemampuan membagi biaya penginapan kepada lebih banyak orang.
Tren libur sekolah 2026 memperlihatkan perjalanan jarak dekat tidak selalu berarti permintaan akomodasi melemah. Destinasi yang mudah dijangkau, menawarkan beragam atraksi, serta memiliki pilihan penginapan sesuai anggaran justru berpeluang memperoleh pertumbuhan lebih besar.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar