Periskop.id - SMA Presiden 2 Tanjung Lesung di Banten menjadikan olahraga air atau watersport sebagai ekstrakurikuler unggulan. Program ini diperkenalkan sejak Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

Kepala Sekolah SMA Presiden 2 Tanjung Lesung Joni Agoesta menjelaskan, pengenalan watersport sejak MPLS jadi bagian dari upaya membangun karakter siswa sejak hari pertama mereka masuk sekolah.

"Orientasi bukan hanya memperkenalkan ruang kelas, guru, atau tata tertib sekolah. Kami juga ingin memperkenalkan karakter khas SMA Presiden Tanjung Lesung," kata Joni Agoesta dalam keterangan di Jakarta, Senin (3/8).

Ia menambahkan, karena sekolah berada di kawasan pesisir dan punya program pengembangan olahraga air, para siswa diajak mengenal lingkungan belajar mereka secara langsung sejak hari-hari pertama.

Program tersebut jadi langkah awal sebelum ekstrakurikuler watersport digelar rutin mulai semester ini. Siswa kelas X, XI, maupun XII bisa mengikuti kegiatan yang berlangsung setiap akhir pekan dengan materi selam dasar, snorkeling, serta kano atau kayak.

"Dengan mencoba berbagai aktivitas watersport, kami berharap para siswa membangun rasa percaya diri, memahami pentingnya keselamatan, lebih mudah mengenal satu sama lain, serta belajar bekerja sama dalam setiap kegiatan," ujar Joni.

Untuk mendukung program itu, sekolah akan bekerja sama dengan guru olahraga dan tim instruktur dari Lalassa Beach Club. Kolaborasi ini disebut Joni penting agar seluruh kegiatan berjalan aman, terarah, dan sesuai kemampuan peserta didik.

"Selama ini sebenarnya tidak sedikit siswa yang secara mandiri mencoba berbagai aktivitas watersport karena lokasinya yang sangat dekat dengan sekolah. Kini sekolah mengemas kegiatan tersebut dalam bentuk ekstrakurikuler yang lebih terstruktur," ucap Joni.

Menurutnya, program ini lahir dari potensi lingkungan sekolah yang berada sangat dekat dengan pusat aktivitas wisata bahari di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung, Pandeglang, Banten.

Joni optimistis ekstrakurikuler watersport akan menjadi program unggulan SMA Presiden 2 Tanjung Lesung, yang mengusung konsep boarding school semi-militer. Ia menilai program ini mampu memadukan pembelajaran di luar kelas dengan pengembangan karakter siswa.

"Melalui program ini kami ingin menghadirkan pengalaman belajar yang berbeda. Siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan akademik, tapi juga belajar menghadapi tantangan, bekerja sama, membangun kepemimpinan, serta mengembangkan budaya maritim yang merupakan warisan budaya bangsa Indonesia," tutur Joni Agoesta.