Periskop.id - Gerhana Matahari total akan menghiasi langit pada 12 Agustus di sejumlah wilayah dunia. Fenomena langka ini dapat disaksikan secara penuh dari Greenland, Islandia, Spanyol utara, dan Portugal timur laut.
Fenomena tersebut menjadi gerhana Matahari total pertama sejak April 2024. Menurut NASA, fase totalitas hanya bisa diamati dari wilayah yang berada tepat di jalur bayangan Bulan.
Gerhana Matahari total terjadi ketika Bulan berada di antara Matahari dan Bumi sehingga cahaya Matahari tertutup sepenuhnya di wilayah tertentu. Akibatnya, langit berubah gelap untuk beberapa saat sebelum kembali terang.
Di luar jalur totalitas, gerhana Matahari sebagian juga akan terlihat di sejumlah kawasan Eropa, Afrika, dan Amerika Utara. Pada fase ini, hanya sebagian piringan Matahari yang tertutup oleh Bulan.
Direktur Sains Badan Antariksa Eropa (ESA), Carole Mundell, mengatakan fenomena tersebut menjadi salah satu momen astronomi yang mampu menyatukan jutaan orang di berbagai negara.
"Gerhana Matahari Total adalah salah satu momen langka ketika jutaan orang dapat menengadah bersama dan merasakan keajaiban serta rasa ingin tahu," kata Carole Mundell dalam pernyataan yang dikutip CNN.
Menurutnya, fenomena itu bukan hanya peristiwa astronomi, tetapi juga pengingat hubungan manusia dengan alam semesta. Ia menilai rasa ingin memahami dan menjelajah menjadi salah satu kekuatan terbesar umat manusia.
"Ini adalah momen bersama yang menghubungkan kita dengan alam semesta dan mengingatkan kita bahwa keinginan untuk menjelajah dan memahami adalah salah satu kekuatan terbesar umat manusia," tambahnya.
NASA menjelaskan jalur totalitas gerhana pada 12 Agustus membentang sekitar 8.300 kilometer. Lintasan itu dimulai dari pesisir Arktik sekitar pukul 13.00 ET, kemudian bergerak melewati dekat Kutub Utara menuju Greenland, Islandia, Portugal, hingga Spanyol bagian utara.
Durasi fase totalitas juga berbeda di setiap wilayah. Pengamat di Greenland diperkirakan dapat menikmati gerhana penuh lebih dari dua menit, sedangkan di Spanyol utara fase tersebut berlangsung sekitar 20 detik.
Gerhana selanjutnya akan melintasi wilayah Galicia hingga Kepulauan Balearic di Spanyol ketika Matahari mulai terbenam. Kondisi itu membuat perubahan dari siang menuju malam berlangsung lebih cepat.
Fenomena pada Agustus ini juga memiliki arti penting bagi Spanyol. Peristiwa tersebut menjadi gerhana Matahari total pertama yang terlihat dari daratan negara itu sejak 1905 dan menjadi awal dari tiga gerhana Matahari total yang diperkirakan melintasi Spanyol hingga 2028.
Sebagai konteks, gerhana Matahari total sebelumnya terjadi pada April 2024 dan dapat diamati dari Meksiko, Amerika Serikat, serta Kanada. Sementara itu, gerhana Matahari total terakhir yang terlihat dari daratan Eropa berlangsung pada 2006.
NASA juga menyebut gerhana Matahari total berikutnya dijadwalkan melintasi Spanyol selatan, Afrika Utara, Arab Saudi, dan Yaman pada 2 Agustus 2027. Lembaga tersebut turut merilis daftar wilayah beserta waktu dimulainya gerhana untuk memudahkan masyarakat menyaksikan fenomena langka tersebut.
Tinggalkan Komentar
Komentar