Periskop.id - Pernahkah kamu merasa kaget saat menimbang badan di pertengahan siklus menstruasi?
Angka di timbangan mendadak bergeser ke kanan, perut terasa kembung dan begah, celana favorit mulai terasa sempit, dan payudara rasanya seperti bengkak. Rasa-rasanya tubuh seperti bertambah berat beberapa kilogram hanya dalam kurun waktu beberapa hari saja.
Mengutip Healthline, kondisi ini sebenarnya merupakan fenomena yang sangat umum dialami oleh hampir seluruh perempuan.
Kenaikan berat badan serta rasa kembung saat datang bulan bukanlah tanda bahwa kamu tiba-tiba menimbun banyak lemak tubuh, melainkan murni efek dari dinamika hormonal yang sedang terjadi di dalam tubuh.
Mengapa Berat Badan Bisa Naik Saat Menstruasi?
Ada beberapa faktor alami yang menyebabkan perubahan ukuran tubuh dan angka timbangan saat sedang haid. Yuk, kita bedah satu per satu penyebabnya secara lebih santai!
1. Perubahan Hormon dan Penumpukan Cairan
Beberapa hari sebelum masa menstruasi dimulai, kadar hormon estrogen dan progesteron dalam tubuh perempuan akan menurun dengan sangat cepat. Penurunan drastis ini menjadi sinyal alami bahwa dinding rahim siap untuk meluruh.
Sayangnya, kedua hormon ini juga memegang peranan penting dalam mengontrol keseimbangan cairan tubuh. Ketika kadarnya berubah tiba-tiba, jaringan tubuh cenderung akan menahan lebih banyak air atau mengalami kondisi retensi cairan.
Penumpukan air ini memicu pembengkakan pada perut, payudara, bahkan hingga area tangan dan kaki. Kondisi yang merupakan salah satu gejala utama PMS ini dialami oleh sekitar 92% perempuan saat menstruasi.
2. Sensasi Perut Kembung dan Kram
Selain retensi cairan, perubahan hormon menjelang dan selama menstruasi juga memicu peningkatan produksi gas di saluran pencernaan. Penumpukan gas yang berpadu dengan retensi air di area perut inilah yang membuat perut terasa tegang, bengkak, dan begah.
Di sisi lain, rahim juga melepaskan zat kimia yang bernama prostaglandin. Zat inilah yang memicu otot rahim berkontraksi agar lapisannya bisa luruh secara alami, yang kerap dirasakan sebagai kram perut.
Sensasi kram dan kembung ini bisa mulai muncul sekitar lima hari sebelum haid dan sering kali sukses membuat perempuan merasa seolah-olah berat badan bertambah drastis.
3. Keinginan Mengidam Makanan Manis (Food Cravings)
Pernah merasa lapar terus-menerus atau mendadak ingin sekali mengonsumsi makanan manis menjelang haid? Lagi-lagi, itu adalah ulah hormon!
Pada minggu sebelum menstruasi, peningkatan hormon progesteron secara alami akan merangsang nafsu makan.
Di saat yang bersamaan, kadar estrogen yang menurun ikut menurunkan produksi serotonin, yaitu zat kimia otak yang bertugas menjaga mood sekaligus menekan nafsu makan. Ketika kadar serotonin drop, otak secara otomatis akan "menagih" makanan manis atau tinggi karbohidrat sebagai cara cepat untuk memproduksi kembali serotonin tersebut.
Ditambah lagi dengan laju metabolisme tubuh yang sedikit meningkat, tak heran jika perempuan jadi lebih sering ngemil makanan tinggi kalori.
4. Gangguan Saluran Pencernaan
Dinamika hormon sepanjang siklus menstruasi juga cukup sering mengganggu kerja usus. Tingginya kadar progesteron seminggu sebelum haid bisa memperlambat kontraksi usus, sehingga timbullah sembelit.
Namun begitu haid dimulai, zat prostaglandin yang dilepaskan rahim bisa memicu reaksi sebaliknya, seperti diare atau nyeri perut. Semua rasa tak nyaman di saluran pencernaan ini makin memperkuat sensasi tubuh yang membengkak.
5. Penurunan Kadar Magnesium dan Rasa Malas Berolahraga
Saat menstruasi dimulai, kadar mineral magnesium di dalam tubuh perempuan cenderung menurun secara bertahap. Kekurangan magnesium bisa memicu dehidrasi ringan, yang uniknya sering kali disalahartikan oleh otak sebagai rasa lapar atau keinginan makan makanan manis.
Belum lagi kombinasi antara rasa kembung, kram, dan rasa lelah akibat daya tahan tubuh yang menurun membuat sebagian perempuan enggan berolahraga. Ketika seseorang melewatkan aktivitas fisik sementara asupan kalori meningkat, potensi kenaikan berat badan pun menjadi semakin tinggi.
Cara Ampuh Meredakan dan Mencegah Kenaikan Berat Badan Saat Haid
Meskipun terlihat cukup rumit, ada banyak langkah sederhana dan nyaman yang bisa kamu lakukan di rumah untuk mengurangi rasa tak nyaman ini:
- Perbanyak Konsumsi Air Putih
Meskipun tubuh sedang menahan air, mencukupi kebutuhan cairan justru memberi sinyal pada tubuh bahwa ia tak perlu menyimpan cadangan air berlebihan. - Sediakan Camilan Sehat dan Buah-buahan
Saat keinginan makan makanan manis meluap, alihkan dengan mengonsumsi buah-buahan segar atau camilan tinggi protein yang kaya nutrisi. - Kurangi Asupan Garam, Gula, dan Kafein
Membatasi makanan olahan yang tinggi sodium serta mengurangi gula dan kafein sejak dua minggu sebelum haid sangat efektif mencegah penumpukan cairan dan perut kembung. - Tetap Aktif Moving Santai
Tak perlu latihan beban yang berat! Berjalan kaki santai atau gerakan senam ringan selama 30 menit setiap hari sudah sangat cukup untuk membantu mengeluarkan kelebihan cairan melalui keringat. - Konsultasikan Penggunaan Suplemen
Jika dibutuhkan, kamu bisa berkonsultasi dengan dokter mengenai penggunaan suplemen magnesium atau obat diuretik untuk membantu meredakan perut kembung dan kelebihan cairan.
Kapan Kamu Harus Berkonsultasi ke Dokter?
Perlu diingat ya, mengalami kenaikan berat badan sekitar 1,5 hingga 2,5 kilogram selama siklus menstruasi adalah hal yang sangat normal dan manusiawi. Biasanya, angka timbangan ini akan kembali turun dengan sendirinya beberapa hari setelah haid selesai.
Namun, jika kamu mulai mengalami kram yang sangat berat hingga mengganggu aktivitas harian, nyeri perut yang luar biasa hebat, atau perut kembung yang terasa tak wajar, jangan ragu untuk segera memeriksakan diri ke dokter.
Menjaga kesehatan reproduksi dengan penuh rasa sayang adalah bentuk pertanggungjawaban terbaik bagi tubuh sendiri!
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar