Periskop.id - Kementerian Tenaga Kerja Singapura (Ministry of Manpower/MOM) mencatat 4.500 pekerja terkena PHK pada kuartal II-2026. Jumlah itu naik dari 3.830 pekerja pada kuartal sebelumnya dan menjadi yang tertinggi sejak kuartal IV-2020.
MOM menyebutkan, kenaikan tersebut turut mendorong tingkat PHK menjadi 1,9 per 1.000 pekerja, naik dari sebelumnya 1,6 per 1.000 pekerja. Lonjakan ini disebut terkonsentrasi di sektor-sektor tertentu.
"Kenaikan ini terkonsentrasi di sejumlah sektor yang berorientasi ekspor, dan terutama didorong oleh restrukturisasi bisnis," tulis MOM dalam laporan pasar tenaga kerja kuartal II-2026 yang dipublikasikan pada Jumat (31/7), sebagaimana dikutip Channel News Asia.
Pada Juni lalu, MOM sempat menyatakan restrukturisasi di sektor profesional dan berbasis pengetahuan telah mengubah pola PHK pada kuartal I-2026. Pekerja bergelar sarjana disebut paling terdampak, dengan tingkat PHK di kelompok itu meningkat tajam.
Kementerian juga mencatat tingkat PHK pekerja berusia 50 sampai 59 tahun naik dari 2,8 menjadi 3,1 per 1.000 pekerja tetap.
Meski angka PHK melonjak, MOM menegaskan jumlahnya masih jauh lebih rendah dibanding level saat ekonomi mengalami perlambatan signifikan.
Sebagai perbandingan, jumlah PHK per kuartal saat krisis keuangan global 2009 berkisar 5.980 hingga 12.760 pekerja. Pada masa pandemi COVID-19, angkanya berkisar 5.640 hingga 9.120 pekerja per kuartal.
Di tengah kenaikan PHK, total lapangan kerja di Singapura justru bertambah 10.700 pada kuartal II-2026. Tren pertumbuhan lapangan kerja ini sudah berlangsung 19 kuartal berturut-turut, naik dari 9.400 pada kuartal sebelumnya.
Pertumbuhan lapangan kerja bagi penduduk Singapura ditopang perekrutan di sektor layanan publik dan layanan esensial. Sementara penambahan lapangan kerja pada kuartal II lebih banyak berasal dari pekerja nonresiden, terutama di sektor konstruksi dan manufaktur.
Tingkat pengangguran tetap rendah dan stabil. Pada Juni 2026, tingkat pengangguran keseluruhan tercatat 2%, tidak berubah dari Maret, sementara tingkat pengangguran warga negara Singapura turun menjadi 3% dari 3,1%.
MOM memproyeksikan permintaan tenaga kerja masih cukup tangguh. Proyeksi ini didasarkan pada sejumlah indikator perusahaan yang membaik pada Juni.
Proporsi perusahaan yang berencana merekrut pekerja naik menjadi 43,9% pada Juni, dari 40,6% pada Mei. Persentase perusahaan yang berencana menaikkan upah juga meningkat menjadi 29,3% dari 23,7%, sedangkan proporsi perusahaan yang memperkirakan akan melakukan PHK turun menjadi 2,7% dari 3,2%.
"Mengingat adanya tantangan ekonomi global dan perubahan teknologi yang sangat cepat, penting bagi perusahaan maupun pekerja untuk secara proaktif dan berkelanjutan meningkatkan daya saing mereka," kata kementerian.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar